PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Pada tanggal 10 Mei 2025 Prof. Dr. Birute Mary Galdikas genap berusia 79 tahun. Namun semangat dan kecintaannya kepada Orangutan di Kalimantan Tepatnya di Taman Nasional Tanjung Putting Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, hingga saat ini tetap semangat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk melindungi dan melestarikan habitat Orangutan, di Kalimantan.
Di usia senjanya ,Prof. Dr. Birute Mary Galdikas terus berkontribusi dalam penelitian dan konservasi Orangutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan lingkungan.
Dan sampai sekarang tidak pernah pudar, bahkan dengan dedikasi dan passion yang tinggi, beliau terus bekerja keras untuk melindungi Orangutan dan habitatnya, serta dalam perjalanannya selama 54 tahun , selain terus peduli kepada Orangutan, juga berbagi pengetahuan kepada masyarakat luas, tentang pentingnya kita semua wajib menjaga hutan dan habitatnya yang dihuni oleh berbagai jenis satwa, termasuk Orangutan.
Juga Prof. Dr. Birute Mary Galdikas dalam perjalanannya selama 54 tahun, tetap aktif mengelola kehidupan Orangutan, sehingga banyak menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan melindungi beraneka satwa khususnya Orangutan di Indonesia.
Pengalaman Birute, sejak kakinya menginjak bumi hutan tropis Tanjung Purting tahun 1971, telah menjadi infirasi yang luar biasa dan menjadi harta yang tidak ternilai, bagi generasi muda tentunya bagi para pencinta alam hutan dan satwanya.
Meski Birute sudah berusia senja, namun jiwa dan pikirannya tetap kuat, dan selalu siap untuk memberikan berbagai arahan kepada seluruh staf dan karyawannya.
Meski saat ini Profesor Birute berada nun jauh di Amerika, akan tetapi tetap aktif memberikan berbagai arahannya melalui Handphonenya, untuk disampaikan kepada para staf dan karyawan OFI di Kabupaten Kobar.
Prof. Dr. Birute Mary Galdikas, sebagai President OFI, kepada Tabengan melalui pesan whatsappnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Pemerintah dan pada umumnya masyarakat Kabupaten Kobar, yang selama ini telah banyak mendukung dan membantu sehingga kehidupan orangutan, yang tadinya ‘nyaris’ punah kini bisa Lestari dihabitatnya hutan Taman Nasional Tanjung Putting Kabupaten Kotawaringin Barat. (Yulia)











