-
DPRD PROV. KALTENG

DPRD KALTENG -Jalan Rusak dan Status Desa Pandu Sanjaya Belum Jelas 

44
×

DPRD KALTENG -Jalan Rusak dan Status Desa Pandu Sanjaya Belum Jelas 

Sebarkan artikel ini
Rusdi Gozali
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah serta belum jelasnya status administrasi desa menjadi sorotan utama warga Desa Pundu Jaya dan sekitarnya dalam agenda reses anggota DPRD Kalimantan Tengah Daerah Pemilihan III.

Dalam rapat paripurna DPRD Kalteng, baru-baru ini, Juru Bicara Dapil III Rusdi Gozali menyampaikan, salah satu keluhan mencolok datang dari Desa Pandu Sanjaya. Warga menilai, pemekaran desa yang telah berlangsung sejak tahun 2020 belum ditindaklanjuti secara tuntas.

“Desa Persiapan Pangkalan Lada memang sudah dibentuk dan memiliki Pj Kepala Desa, namun status definitifnya belum juga ditetapkan. Hal ini menghambat pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rusdi saat membacakan laporan hasil reses.

Menurut Rusdi, secara administratif, semua keperluan warga desa pemekaran masih bergantung pada Desa Pandu Sanjaya sebagai desa induk.

“Kondisi ini menimbulkan kerumitan dalam layanan publik dan administrasi desa. Warga berharap Pemerintah Provinsi, melalui Biro Pemerintahan dan BPMD, segera menindaklanjuti hal ini ke Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.

Tak hanya soal status desa, warga di sejumlah desa lainnya juga menyampaikan berbagai usulan kebutuhan mendesak. Di Desa Persiapan Pangkalan Lada, masyarakat mengusulkan bantuan ternak sapi untuk kelompok tani, kendaraan roda tiga bagi Karang Taruna Mekar Jaya, serta dana hibah untuk rehabilitasi beberapa masjid.

“Warga mengajukan hibah untuk renovasi Masjid Baitul Mutaqin, Baitul Makmur, Miftahul Khoir, dan Masjid Annur. Selain itu, mereka juga meminta pembangunan sumur bor untuk Pondok Pesantren Assuhada,” kata Rusdi.

Usulan serupa juga datang dari Desa Lada Mandala Jaya. Warga menginginkan bantuan bibit sapi, dana untuk perbaikan masjid dan mushola, serta pembangunan drainase dan peningkatan jalan desa.

Sementara itu, warga Desa Pangkalan Durin mengusulkan program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian dan perikanan.

“Permintaan mereka cukup beragam, mulai dari bantuan sapi, program hidroponik untuk kelompok wanita tani, hingga pengadaan kolam bundar bioflok,” beber Rusdi. jef

 

-
-
-