PEMKO PALANGKA RAYA

Wali Kota Fairid Proyeksikan Sebangau Laboratorium Hidup

70
×

Wali Kota Fairid Proyeksikan Sebangau Laboratorium Hidup

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Fairid Proyeksikan Sebangau Laboratorium Hidup
TINJAU-Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat meninjau Laboratorium Alam Hutan Gambut Sebangau di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, Sabtu (2/5/2026). FOTO HUMAS PEMKO PALANGKA RAYA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Di tengah ancaman kerusakan ekosistem gambut yang kian nyata, Pemerintah Kota Palangka Raya justru melihat peluang besar dari kawasan yang selama ini kerap dipandang rentan. Laboratorium Alam Hutan Gambut Sebangau di Kereng Bangkirai kini diproyeksikan bukan sekadar kawasan konservasi, melainkan pusat edukasi dan pengembangan potensi daerah berbasis lingkungan.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Wakil Wali Kota Achmad Zaini, baru-baru ini, turun langsung meninjau kawasan tersebut. Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa keberadaan laboratorium alam itu memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang baru bagi pembangunan berkelanjutan.

Fairid menilai, kawasan Hutan Gambut Sebangau tidak hanya penting sebagai benteng ekologis, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara luas. Menurutnya, penguatan fungsi edukasi dan penelitian di kawasan ini menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem gambut.

“Ini bukan hanya kawasan konservasi, tapi juga laboratorium hidup yang bisa dimanfaatkan untuk pendidikan dan penelitian,” ujarnya.

Lebih jauh, ia melihat potensi besar kawasan tersebut untuk dikembangkan sebagai destinasi edukasi lingkungan yang terintegrasi dengan wisata berbasis alam. Dengan pendekatan yang tepat, kawasan ini dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi daerah tanpa mengorbankan prinsip keberlanjutan.

Melalui sinergi lintas sektor, Pemko Palangka Raya berharap Laboratorium Alam Hutan Gambut Sebangau dapat terus dioptimalkan. Tidak hanya sebagai pusat konservasi, tetapi juga sebagai motor penggerak pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kesadaran lingkungan, hingga penguatan potensi daerah di masa depan. nws/fwa-red