PEMKO PALANGKA RAYA

Bisnis Kafe Melesat, PAD Palangka Raya Ikut Terdongkrak

54
×

Bisnis Kafe Melesat, PAD Palangka Raya Ikut Terdongkrak

Sebarkan artikel ini
Bisnis Kafe Melesat, PAD Palangka Raya Ikut Terdongkrak
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Pertumbuhan bisnis kafe yang kian pesat di Kota Palangka Raya dinilai menjadi angin segar bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan, sektor ini memberikan kontribusi signifikan melalui Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), meski potensinya masih perlu terus dioptimalkan.

Menurut Fairid, geliat usaha kuliner khususnya kafe dan restoran yang terus bermunculan di berbagai sudut kota telah membuka peluang besar bagi pemasukan daerah. Namun demikian, ia mengakui masih diperlukan penguatan sistem pengawasan agar penerimaan pajak dari sektor tersebut dapat lebih maksimal.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat melalui transaksi di kafe itu adalah titipan. Itu bukan milik pribadi pelaku usaha, melainkan harus disetorkan ke kas daerah untuk mendukung pembangunan,” katanya, Selasa (28/4/2026).

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Palangka Raya terus melakukan langkah strategis dengan memperluas kerja sama bersama sektor perbankan. Jika sebelumnya sistem pengawasan transaksi hanya didukung oleh tiga bank, kini jumlah mitra telah bertambah menjadi 12 bank.

Langkah ini diyakini mampu memperkuat transparansi sistem pembayaran sekaligus menekan potensi kebocoran pajak. Integrasi dengan lembaga perbankan juga diharapkan dapat meningkatkan akurasi pelaporan transaksi dari para pelaku usaha.

Selain itu, Pemko juga terus menggencarkan audit serta pengawasan berkala untuk memastikan seluruh wajib pajak menjalankan kewajibannya sesuai aturan yang berlaku.

Fairid mengakui, kebijakan penguatan sistem tersebut sempat menuai berbagai tanggapan dari kalangan pengusaha. Meski begitu, ia optimistis proses adaptasi akan berjalan seiring waktu.

“Di awal pasti ada dinamika. Tapi kalau sudah terbiasa, semua akan berjalan baik. Kita bisa belajar dari penerapan e-parkir yang dulu juga mengalami hal serupa,” sebutnya.

Dengan semakin tertatanya sistem pengawasan dan meningkatnya kesadaran pelaku usaha, Pemko berharap sektor kafe dapat menjadi salah satu penopang utama PAD, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Palangka Raya. nws/fwa-red