PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID– Masih tingginya curah hujan di Kecamatan Arut Utara, menyebabkan air sungai meluap dan membanjiri akses jalan dan pemukiman warga yang ada di Kelurahan Pangkut . Hingga saat ini warga belum ada yang mengungsi, akan tetapi warga tetap di minta untuk waspada.
Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat, Reneli, melalui Plt Kepala bidang Kedaruratan dan logistik BPBD Kobar, Andan Santana, menyampaikan kondisi banjir di Kelurahan Pangkut hampir terjadi satu pekan ini.
Dimana menurutnya, pada tanggal 11 Mei 2026, BPBD Kobar mendapatkan laporan dari warga perihal naiknya debit air di sungai Arut, yang menyebabkan Kelurahan Pangkut pun tergenang banjir.
“Begitu kenapa laporan, kami langsung menerjunkan Tim TRC untuk melaksanakan Groundcek dan olah data kejadian banjir di daerah kelurahan Pangkut dan juga memantau di 2 desa di Kecamatan Arut Utara yakni Desa Riam dan Panahan, setelah mempersiapkan peralatan, kemudian tim pun meluncur ke lokasi, ” Kata Andan Santana, Jumat (15/5/2026).
Dimana lanjutnya, tim TRC BPBD Kobar melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan dan desa serta tinjau ke lokasi yang terdampak , bila tidak memungkinkan warga tetap bertahan maka akan disiapkan tempat pengungsian.
Andan menyampaikan berdasarkan hasil Groundcek dilapangan untuk Kelurahan Pangkut RT 01 Jalan penghubung lingkungan RT 01 yang tergenang panjang ± 80 Meter dan ketinggian antara : ± 5 cm – 30 cm. Sementara di pemukiman penduduk, 16 rumah tergenang banjir dengan ketinggian debit air sekitar ± 30 cm – 80 cm. Bahkan jembatan pun tergenang banjir.
Untuk RT 02, Halaman 2 rumah warga tergenang banjir dengan air ketinggian debit air sekitar ± 5 cm – 20 cm , di RT 03 juga terjadi genangan air ada 10 rumah dengan ketinggian debit air sekitar ± 5 cm – 30 cm.
“Hingga saat ini, curah hujan pun masih terjadi diwilayah Kotawaringin Barat, termasuk Kecamatan Arut utara, kami tetap memantau wilayah yang masuk rawan banjir ,khususnya untuk wilayah pesisir pantai pun ,sebab curah hujan tinggi yang disertai angin kencang akan berdampak terjadinya gelombang yang akan menggerus wilayah pantai yang ada di Kecamatan Kumai, warga di imbau waspada dan diharapkan bisa membaca situasi perubahan cuaca, “, Beber Andan Santana. (Yulia).











