SAMPIT/TABENGAN.CO.ID0Banjir dan longsor melanda dua Kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu Sungai Mentaya sejak 12 Mei 2026.
Sedikitnya 80 rumah di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, terdampak banjir, sementara enam rumah di Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, terancam akibat longsor di bantaran Sungai Tualan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam mengatakan laporan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Kotim menyebutkan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit sungai meningkat signifikan.
Berdasarkan informasi dari BMKG dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Palangka Raya, peningkatan curah hujan terjadi di wilayah hulu Sungai Mentaya dan memicu banjir di sejumlah desa.
Data Pos Duga Air (PDA) Sungai Hanya menunjukkan tinggi muka air sempat mencapai 6,95 meter pada Rabu (14/5/2026) pukul 08.00 WIB.
“Pada sore hari, muka air mulai berangsur turun menjadi 6,89 meter.
Di Desa Sungai Hanya, sekitar 80 rumah yang dihuni 67 kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara satu hingga 1,5 meter,” ujarnya Jumat (15/5/2026).
Sejumlah akses jalan di permukiman turut tergenang, sehingga aktivitas warga terganggu.
Sementara itu, di Desa Tumbang Mujam, derasnya aliran Sungai Tualan menyebabkan longsor di bantaran sungai. Longsor terjadi sekitar satu meter dari badan jalan desa dan berpotensi meluas jika debit air tetap tinggi. Kondisi ini menurutnya mengancam infrastruktur jalan desa dan sedikitnya enam rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsi. “Sebagian warga yang terdampak memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat,” terangnya.
BPBD Kotim bersama Pemerintah Kecamatan dan desa terus memantau perkembangan situasi. Koordinasi dilakukan dengan Camat Antang Kalang, Kepala Desa Sungai Hanya, dan Sekretaris Desa Tumbang Mujam.
Selain itu, BPBD juga telah menginformasikan kondisi longsor kepada organisasi perangkat daerah terkait serta mengumpulkan dokumen pendukung untuk penanganan lebih lanjut.
Dirinya mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor mengingat cuaca masih berpotensi hujan di wilayah hulu. BPBD memastikan akan terus melakukan pemantauan dan siap mengambil langkah penanganan apabila kondisi memburuk.
“Perkembangan terbaru menunjukkan muka air sudah mulai turun, namun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan,” katanya. may/redjsi











