-
Ekobis

Pandangan dan Saran Teras Narang Terhadap Ekonomi Kalteng

160
×

Pandangan dan Saran Teras Narang Terhadap Ekonomi Kalteng

Sebarkan artikel ini
Dr Agustin Teras Narang
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Bank Indonesia melaporkan, pada Triwulan I 2026 ekonomi di Kalimantan Tengah tumbuh positif sebesar 3,79 persen year on year. Meski demikian diakui bahwa ada pelambatan jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada April 2025 sebesar 4,79 persen year on year.

Kinerja pertumbuhan ekonomi daerah ini, masih sangat perlu didukung oleh sektor pertambangan yang mengalami peningkatan permintaan ekspor dari negara.

‎‎Saya membaca informasi dari Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah baru-baru ini, dan melihatnya sebagai data penting untuk pemerintah dan semua pihak untuk mulai menata arah perekonomian Kalteng yang lebih inklusif.

Perekonomian yang inklusif artinya, memberi kesempatan kepada semua lapisan masyarakat, ruang dan kesempatan untuk berpartisipasi menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Ekonomi daerah yang mampu mengurangi kemiskinan, serta memperkecil ketimpangan, dan membuka peluang kesempatan kerja.

‎‎Untuk itu desain kebijakan ekonomi daerah mesti sungguh digarap baik. Melibatkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terlebih masyarakat daerah itu sendiri.

‎‎Saya mendukung arah bersama menjadikan pangan sebagai lumbung pangan dan energi. Saat menjadi Gubernur Kalteng, ini juga jadi agenda kerja yang saya selaraskan dengan dorongan pembangunan jalur rel kereta api sebagai sarana angkut sekaligus pengendalian atas kekayaan sumber daya alam Kalteng yang diangkut keluar dengan terukur sebagai penopang energi di berbagai tempat.

‎‎Kendati demikian, sudah beberapa dekade, masih banyak inovasi dan akselerasi yang perlu dilakukan untuk melakukan diversifikasi ekonomi, apalagi mendorong ekonomi yang inklusif dengan dampak pemerataan yang berkemanfaatan bagi rakyat.

‎‎Saya berharap, berbagai agenda pemerintah pusat terkait energi dan pangan, sungguh dikerjakan secara berkesinambungan dengan pelibatan penuh pemerintah daerah serta dampak terukur yang dapat dirasakan semuanya. Termasuk oleh pemerintah daerah, yang membutuhkan dukungan besar untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata serta terasa pada level masyarakat.

‎‎Kalteng dengan kekayaan alamnya, mulai dari pertambangan hingga perkebunan sawit, harus tumbuh dalam semangat menghasilkan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan bagi semua. Itulah indikator perekonomian yang paling menantang untuk dilakukan.

Sebab banyak tarik ulur kepentingan, kewenangan, dan keberpihakan yang ada dalam tata kelolanya yang mesti diselaraskan pada semangat pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

‎‎Saya mendukung, agar ada perbaikan tata kelola, selain juga dorongan hilirisasi sumber daya alam. Termasuk untuk hilirisasi sawit menuju penerapan B50, yang semoga lebih memberi manfaat besar bagi Kalteng.

Saya mendukung langkah pemerintah dalam membangun kawasan lumbung pangan, namun juga mesti diingat dampak pertamanya harus dirasakan oleh masyarakat Kalteng. Jangan sampai seluruh agenda pembangunan nasional di Kalteng, justeru lebih dirasakan manfaatnya di luar Kalteng.

‎‎Maka sangatlah penting, kolaborasi semua pihak dalam pengembangan sektor pangan dan energi di Kalteng untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta merata. Pemerintah pusat memainkan peran penting dalam hal ini, selain pemerintah daerah yang tentu punya keterbatasan kewenangan.

Bangun konsistensi dan persistensi dalam menjalankan programnya agar masyarakat dapat merasakan dampaknya sendiri. Kalau tidak kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Editor Doddy Khairi Asyadi

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah

Ekonomi Kalimantan Tengah pada Triwulan I-2026 mencatatkan pertumbuhan yang stabil di angka 3,79% (y-on-y). Berikut adalah rincian singkatnya:

  • Pertumbuhan Positif: Meskipun terdapat fluktuasi global, angka 3,79% menunjukkan daya tahan ekonomi domestik di Kalimantan Tengah.
  • Faktor Pendorong: Pertumbuhan ini biasanya didorong oleh sektor pertambangan, pertanian, serta peningkatan konsumsi rumah tangga di awal tahun.
  • Rentang Waktu: Angka ini mencakup kinerja ekonomi pada Triwulan I (Januari hingga Maret/April 2026) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).
  • Perbandingan: Jika dibandingkan dengan periode sepanjang tahun 2025, angka ini menunjukkan tren konsolidasi ekonomi yang sehat.

Catatan: Grafik di atas menggunakan data historis estimasi untuk tahun 2025 guna memberikan konteks visual pada angka 3,79% yang Anda informasikan untuk tahun 2026.

-
-
-