-
Ekobis

Cabai Rawit Kembali Tembus Rp100 Ribu Lagi

311
×

Cabai Rawit Kembali Tembus Rp100 Ribu Lagi

Sebarkan artikel ini
ilustrasi ai
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya kembali merilis data pemantauan harga harian bahan pokok di Pasar Besar pada Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, mayoritas harga kebutuhan pangan masyarakat di pasar tradisional terbesar di Kota Cantik ini terpantau aman dan bertahan stabil, meskipun terdapat dua komoditas sayur dan bumbu dapur utama yang mengalami lonjakan harga cukup signifikan.
​Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya Fajar Bhakti mengonfirmasi, secara umum pasokan barang pokok ke pasar domestik dalam kondisi lancar dan mencukupi kebutuhan masyarakat, yang tecermin dari stabilnya pergerakan harga sebagian besar komoditas utama.
​”Secara keseluruhan, fluktuasi harga hari ini relatif terkendali. Sebagian besar komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, daging, dan telur bertahan di harga yang sama seperti hari sebelumnya. Namun, ada dua komoditas yang mendapat perhatian khusus karena mengalami lonjakan harga, yaitu cabai rawit merah dan tomat,” ujarnya.

​Sesuai dengan laporan resmi perkembangan harga dari DPKUKMP Kota Palangka Raya, kenaikan harga mencolok terjadi pada sektor aneka cabai dan sayur-sayuran.

​Cabai rawit merah mengalami kenaikan sebesar 11%. Komoditas pedas ini melonjak dari harga sebelumnya Rp90.000 per kilogram menjadi Rp100.000 per kilogram (naik Rp10.000).

​Tomat menjadi komoditas dengan persentase lonjakan tertinggi, mencapai 25%. Harga tomat merangkak naik dari harga semula Rp20.000 per kilogram menjadi Rp25.000 per kilogram (naik Rp5.000).

​Fajar Bhakti menambahkan, pergerakan naik pada komoditas cabai rawit merah dan tomat dipengaruhi oleh faktor musiman, dinamika pasokan dari daerah produsen, serta kondisi cuaca yang berdampak langsung pada hasil panen petani lokal maupun luar daerah.

​Di tengah lonjakan harga cabai rawit dan tomat, masyarakat Kota Palangka Raya tidak perlu khawatir karena komoditas esensial lainnya dipastikan tidak mengalami perubahan harga dibanding hari sebelumnya (3 Juni 2026).

Berikut rincian bahan pokok yang tercatat stabil dan tetap:

​Sektor Perberasan: Harga Beras Medium ajek di angka Rp14.000/kg, dan Beras Premium Rp16.800/kg. Untuk komoditas beras lokal khas daerah, harganya juga bertahan konstan, meliputi Beras Karang Dukuh (Usang) Rp25.000/kg, Beras Mayang (Usang) Rp26.000/kg, Beras Pangkoh IR.42 Rp14.000/kg, serta Beras Siam Pamanukan Rp22.000/kg.

​Minyak Goreng dan Gula Pasir: Gula pasir masih dijual stabil dengan harga Rp19.000/kg. Untuk minyak goreng subsidi pemerintah, MinyaKita stabil di angka Rp16.000/liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek seperti Bimoli (Rp22.000/liter), Sania kemasan 2 liter (Rp46.000), Sun Co (Rp23.000/liter), Fortune (Rp22.000/liter), dan Minyak Goreng Curah (Rp17.000/liter) semuanya tidak berubah.

​Daging dan Telur: Daging sapi murni kualitas bagus tertahan di harga Rp140.000/kg. Daging ayam ras berada di harga Rp32.000/kg, daging ayam kampung Rp90.000/kg, telur ayam ras Rp29.000/kg, dan telur ayam kampung stabil pada harga Rp55.000/kg.

​Bawang dan Cabai Lain: Sektor perbawangan terpantau stagnan di mana bawang merah stabil di Rp55.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, dan bawang bombay Rp30.000/kg. Adapun cabai jenis lain seperti cabai merah keriting (Rp70.000/kg), cabai merah besar (Rp80.000/kg), dan cabai rawit hijau (Rp70.000/kg) seluruhnya terpantau tetap.

​Sayuran, Ikan, dan Tepung: Komoditas penunjang dapur seperti wortel dan kentang sedang masing-masing stabil di harga Rp20.000/kg. Sawi hijau Rp15.000/kg, kangkung Rp6.000/kg, tempe Rp15.000/kg, dan tahu Rp14.000/kg.
Di sektor perikanan, harga ikan asin tenggiri (Rp130.000/kg), ikan gabus (Rp80.000/kg), dan ikan nila (Rp49.000/kg) juga tidak menunjukkan pergeseran. Begitu pula dengan tepung terigu merek Cakra Kembar maupun Segitiga Biru yang kokoh di harga Rp14.000/kg.
​Pemerintah Kota Palangka Raya melalui DPKUKMP menegaskan akan terus mengintensifkan pemantauan harga dan ketersediaan stok barang pokok ini secara berkala di sejumlah pasar tradisional. Langkah pengawasan ketat ini ditempuh guna mendeteksi dini potensi penimbunan barang serta memastikan daya beli pangan masyarakat tetap terjaga dengan baik. rmp/rca-red

-
-
-