-
Spirit Kalteng

UPR Hadirkan Forum Strategis Pertanian, Dorong Kalimantan Tengah Jadi Lumbung Pangan Berkelanjutan

336
×

UPR Hadirkan Forum Strategis Pertanian, Dorong Kalimantan Tengah Jadi Lumbung Pangan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
-
Foto Bersama Ramah Tamah Seminar dan Rapat Tahunan (Semirata) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat Bidang Ilmu Pertanian Tahun 2026 di Rujab Wali Kota Palangka Raya, Selasa (23/6) malam.FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Universitas Palangka Raya (UPR) menjadi tuan rumah pelaksanaan Seminar dan Rapat Tahunan (Semirata) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat Bidang Ilmu Pertanian Tahun 2026, kegiatan ini diinisiasi oleh Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (FPKP) UPR.

Kegiatan yang mempertemukan para akademisi dan perguruan tinggi bidang pertanian ini turut dirangkai dengan agenda ramah tamah bersama Pemerintah Kota Palangka Raya yang digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Selasa (23/6) malam.

Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sektor pertanian, inovasi, serta ketahanan pangan.

Kehadiran para peserta Semirata dari berbagai perguruan tinggi di wilayah barat Indonesia diharapkan dapat membuka ruang pertukaran gagasan dan kerja sama strategis, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian berkelanjutan di masa depan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menyampaikan bahwa Semirata BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Ilmu Pertanian bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah strategis yang mempertemukan para akademisi dan pemikir untuk menghasilkan gagasan bagi masa depan pangan.

“Bagi kami, ini adalah sebuah think tank raksasa, yakni wadah berkumpulnya para intelektual yang memegang kunci masa depan kedaulatan pangan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dibangun oleh 25 perguruan tinggi negeri menjadi fondasi penting dalam mengubah hasil kajian ilmiah menjadi kebijakan yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.

Ia menilai tantangan pertanian saat ini jauh berbeda dibandingkan dekade sebelumnya. Ancaman perubahan iklim, pergeseran musim tanam, hingga ketidakpastian rantai pasok global menjadi persoalan yang harus dijawab bersama melalui inovasi dan transformasi sistem pangan berkelanjutan.

“Tema International Conference yaitu Sustainable Food System Transformation in Responding to Global Uncertainty and Climate Change sangat relevan dengan kondisi saat ini,” katanya.

Arbert berharap forum tersebut mampu menghasilkan pemikiran, riset, dan teknologi tepat guna yang dapat mendukung pengembangan sektor pertanian, khususnya di Kalimantan Tengah yang memiliki karakteristik lahan gambut dan pasang surut.

“Potensi tersebut harus dikelola dengan pendekatan yang tepat agar mampu bertransformasi menjadi lumbung pangan yang tangguh dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menegaskan Pemko Palangka Raya terbuka terhadap kerja sama dengan dunia akademik dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (FPKP) Universitas Palangka Raya (UPR), Wilson, menyampaikan apresiasi kepada Pemko Palangka Raya atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, seminar ini memiliki arti penting tidak hanya bagi Kota Palangka Raya, tetapi juga bagi Kalimantan Tengah secara luas, terutama dalam mendukung ketahanan pangan.

“Kegiatan ini berkaitan erat dengan pengembangan wilayah pertanian di Kalimantan Tengah, termasuk kawasan seperti Kapuas dan Pulang Pisau yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan lahan pertanian,” ujarnya.

Wilson berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan antara Universitas Palangka Raya dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

“Kami ingin terus membangun kolaborasi dan berbagi pengalaman dengan perguruan tinggi lain agar pengembangan ilmu pertanian semakin kuat,” katanya.

Ketua Panitia Semirata BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Ilmu Pertanian Tahun 2026, Agung Wibowo menjelaskan, seminar ini menghimpun berbagai pengetahuan dan pengalaman dari perguruan tinggi bidang pertanian di wilayah barat Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan Barat, hingga Kalimantan Tengah.

Selain peserta dari dalam negeri, kegiatan ini juga menghadirkan akademisi dari luar negeri seperti Belanda, Polandia, dan Malaysia untuk berbagi perspektif terkait perkembangan pertanian global.

Selain seminar, akan dilakukan juga rapat tahunan, dimana para Dekan bidang ilmu petanian PTN Wilayah Barat akan membahas berbagai isu strategis bidang pendidikan pertanian, termasuk pembaruan kurikulum, perkembangan jumlah mahasiswa, serta tantangan perguruan tinggi dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap bidang pertanian.

Rangkaian kegiatan juga akan dilengkapi dengan kunjungan ke Laboratorium Alam Hutan Gambut Sebangau. Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan peran penting ekosistem gambut dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kawasan gambut sebagai aset lingkungan sekaligus sumber daya yang mendukung kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Semirata BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Ilmu Pertanian Tahun 2026 menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. nws/fwa-red

 

-
-
-