PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Ellyana mengungkapkan, kasus HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Pulpis per Juli tahun 2026 mengalami peningkatan drastis.
Ada 16 kasus baru, yang terdiri dari ibu hamil hingga laki-laki dewasa sebagai penderita HIV/AIDS.
“Sebelumnya di tahun 2024 delapan kasus, tiga kasus di tahun 2025 dan sampai Juli 2026 naik sebanyak 16 kasus, dan penambahan kasus ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar dr Ellyana, kepada Tabengan.
Rabu (22/7/2026).
Dikatakan dr Ellyana, penemuan kasus dari tahun 2024, 2025 dan tahun 2026 ini, melalui program triple eliminasi yang dijalankan Dinas Kesehatan Pulpis sejak tahun sebelumnya. Program tersebut meliputi pemeriksaan HIV atau VCT (Voluntary Counseling and Testing), sifilis, dan hepatitis yang ditujukan bagi semua ibu hamil sebagai upaya deteksi dini.
“Pada saat pemeriksaan, ibu hamil tersebut dinyatakan positif HIV/AIDS sehingga kami segera melakukan tindak lanjut,” sebutnya.
Dinas Kesehatan Pulpis, tambah Ellyana, terus memberikan pendampingan konseling bagi pasien positif HIV/AIDS. Konseling dilakukan sesuai wilayah pasien dengan melibatkan petugas puskesmas setempat, agar pasien mendapatkan dukungan psikologis sekaligus bimbingan terkait pola hidup sehat.
“Kami sudah mengatur sistem ini agar mereka selalu mendapat pendampingan yang terarah kepada penderita agar merasa tidak sendirian menghadapi kondisi yang sulit,” ujar Ellyana.
Lanjut Ellyana, untuk pengobatan lebih lanjut pasien positif HIV/AIDS bisa datang ke Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangka Raya. Hal ini dikarenakan adanya kendala berupa stigma negatif masyarakat yang masih menganggap HIV/AIDS sebagai hal tabu dan memicu rasa malu pasien.
“Banyak dari mereka merasa enggan jika berobat di sekitar tempat tinggalnya karena takut diketahui masyarakat dan mendapatkan stigma negatif,” tambah Ellyana.
Ellyana menambahkan, obat Antiretroviral (ARV) bagi pasien HIV/AIDS dapat diperoleh secara gratis dan sudah disediakan di RS Doris Sylvanus Palangka Raya, sehingga pasien bisa tetap menjalani pengobatan teratur. mye/gie-red











