-
KESEHATAN

JKN Hidupkan Harapan Pejuang Kanker Payudara

128
×

JKN Hidupkan Harapan Pejuang Kanker Payudara

Sebarkan artikel ini
JKN-BPJS – Ani, penyintas kanker payudara di Kotim merasa sangat bersyukur masuk dalam Program JKN-BPJS yang sangat membantu dalam proses penyembuhannya. FOTO/HUMAS JKN
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Vonis kanker payudara stadium II yang diterima Ani (50), warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada awal 2026 sempat membuat harapannya runtuh. Bukan hanya memikirkan peluang sembuh, ia juga dihantui besarnya biaya pengobatan yang harus dijalani, mulai dari operasi, kemoterapi, pemeriksaan penunjang hingga kontrol rutin.

“Pertama kali yang saya pikirkan bukan rasa sakitnya, tetapi uangnya dari mana. Saya sempat takut tidak bisa berobat,” ujarnya, baru-baru ini.

Kekhawatiran itu semakin besar setelah dokter di RSUD dr Murjani Sampit menjelaskan bahwa seluruh rangkaian terapi kemungkinan dilakukan di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Jarak yang jauh membuat Ani membayangkan biaya pengobatan dan transportasi yang tidak sedikit.

Namun kecemasan itu berubah menjadi harapan setelah ia mengetahui seluruh tahapan pengobatan dapat ditanggung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan, selama mengikuti prosedur dan sesuai indikasi medis.

Berawal dari pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, Ani memperoleh rujukan ke RSUD dr Murjani Sampit. Hasil biopsi memastikan dirinya mengidap kanker payudara. Sejak itu, ia menjalani pengobatan tanpa dibayangi biaya yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah apabila ditanggung sendiri.

“Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, mungkin saya memilih pasrah. Pengobatan kanker bukan sekali datang lalu selesai. Harus berkali-kali kontrol dan terapi. Saya sangat berterima kasih dengan program ini,” katanya.

Kisah Ani menjadi gambaran perjuangan banyak penyintas kanker payudara di Kotim. Selain menghadapi rasa sakit dan perubahan fisik, mereka juga dituntut memiliki ketahanan mental untuk terus menjalani terapi hingga tuntas.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengatakan kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya pengobatan, tetapi juga rendahnya kesadaran masyarakat melakukan deteksi dini.

“Banyak pasien datang ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut karena menganggap benjolan di payudara tidak berbahaya. Padahal semakin cepat ditemukan, peluang sembuh semakin besar,” jelasnya.

Ia menilai Program JKN berperan penting meningkatkan akses layanan kesehatan bagi pasien kanker. Dengan adanya jaminan pembiayaan, pasien tidak perlu menunda terapi karena keterbatasan ekonomi.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit Iwan Kurnia melalui Kepala Bagian SDM, Umum, dan Komunikasi Rio menyampaikan bahwa kanker merupakan penyakit katastropik yang membutuhkan biaya tinggi dan pengobatan jangka panjang. Di Kotim, terdapat 44 pasien kanker payudara yang menjalani pengobatan dengan jaminan Program JKN.

Menurut Rio, melalui prinsip gotong royong, JKN memberikan perlindungan finansial sehingga peserta dapat fokus menjalani proses penyembuhan.

“JKN hadir agar masyarakat tidak jatuh miskin akibat biaya pengobatan penyakit berat. Selama peserta aktif dan mengikuti alur pelayanan, layanan yang dijamin dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan,” ujarnya.may/rca-red

 

-
-
-