-
Spirit Kalteng

3 Calon Rektor UPR Kantongi Nomor Urut, Tahap Akhir Pilrek Resmi Dimulai

585
×

3 Calon Rektor UPR Kantongi Nomor Urut, Tahap Akhir Pilrek Resmi Dimulai

Sebarkan artikel ini
NOMOR URUT- Proses pengambilan nomor urut Calon Rektor UPR, Rabu (29/7/2026).TABENGAN/RAHUL
-

Dr. Thea Farina Embang = Nomor 1

Prof. Liswara Neneng = Nomor 2

Prof. Bhayu Rhama = Nomor 3

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) periode berikutnya resmi memasuki tahap kedua. Sebagai bagian dari rangkaian seleksi akhir, panitia melaksanakan pengambilan nomor urut bagi tiga calon rektor yang lolos ke tahap final di Sekretariat Panitia Pilrek UPR, Rabu (29/7/2026).

Tiga calon rektor yang akan bersaing pada tahap akhir yakni Prof. Liswara Neneng selaku Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Dr. Thea Farina Embang yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum (FH), serta Prof. Bhayu Rhama, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR.

Ketua Panitia Pilrek UPR, Prof. Joni Bungai mengatakan, pengambilan nomor urut merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui sebelum para calon mengikuti sesi wawancara dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto.

“Pengambilan nomor urut telah dilaksanakan hari ini. Dari tiga calon rektor, satu calon yakni Prof. Bhayu Rhama tidak dapat hadir karena sedang melaksanakan tugas dinas luar sehingga diwakilkan dalam proses pengambilan nomor urut,” ujar Prof. Joni kepada Tabengan.

Berdasarkan hasil pengundian, Dr. Thea Farina Embang memperoleh nomor urut 1, Prof. Liswara Neneng mendapat nomor urut 2, sedangkan Prof. Bhayu Rhama menempati nomor urut 3.

Prof. Joni menjelaskan, setelah tahapan pengambilan nomor urut, agenda berikutnya adalah wawancara langsung dengan Mendiktisaintek yang akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, panitia telah menyiapkan ruang khusus bagi masing-masing calon di lingkungan Rektorat UPR.

“Nanti kami menyiapkan ruangan terpisah bagi ketiga calon di Rektorat UPR. Mereka akan mengikuti wawancara secara bergantian langsung dengan Menteri melalui Zoom,” jelasnya.

Ia menerangkan, hasil wawancara tersebut akan menjadi bagian dari tahapan sebelum Menteri menentukan dan menetapkan calon rektor terpilih. Sesuai jadwal, keputusan tersebut diperkirakan akan dilakukan sekitar dua minggu sebelum masa jabatan Rektor UPR saat ini berakhir pada 7 September 2026.

“Kemungkinan awal Agustus sudah mulai dilakukan proses pemilihan oleh Menteri. Kami dari panitia tinggal menunggu arahan dan jadwal resmi dari kementerian,” katanya.

Prof. Joni juga mengungkapkan bahwa proses pemilihan rektor tidak hanya berlangsung di UPR, tetapi juga dilaksanakan secara bersamaan di sejumlah perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia. Saat ini terdapat sekitar delapan perguruan tinggi yang tengah menjalankan tahapan Pilrek, termasuk tiga perguruan tinggi yang berada di Pulau Kalimantan.

Sebelum memasuki tahapan wawancara dengan Menteri, ketiga calon rektor juga telah mengikuti proses pendalaman yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai bagian dari mekanisme seleksi.

Dengan selesainya pengambilan nomor urut, Panitia Pilrek UPR kini menunggu jadwal resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk pelaksanaan wawancara serta penetapan rektor terpilih yang akan memimpin Universitas Palangka Raya pada periode mendatang. rmp/rca-ded

 

-
-
-