-
Nasional

Sherina Munaf Rasakan Beratnya Perjuangan Padamkan Karhutla

223
×

Sherina Munaf Rasakan Beratnya Perjuangan Padamkan Karhutla

Sebarkan artikel ini
PEDULI-Aktris sekaligus pegiat lingkungan Sherina Munaf bersama BOSF dan mahasiswa UPR turun langsung memantau sekaligus membantu penanganan karhutla di kawasan belakang Kampus UPR Palangka Raya, Rabu (2/9/2026). FOTO TABENGAN/DIRMANTIO
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kepedulian terhadap kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, mendorong aktris sekaligus pegiat lingkungan, Sherina Munaf, turun langsung ke lapangan.

Tidak sekadar datang melihat kondisi kebakaran, Sherina turut merasakan beratnya perjuangan para relawan dan petugas yang berjibaku memadamkan api di tengah medan yang sulit.

Sherina tiba di Kalteng pada Senin (31/8/2026). Hingga saat ini, ia masih berada di lapangan untuk memantau sejumlah titik karhutla sekaligus memberikan dukungan kepada mereka yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Menurut Sherina, salah satu hal yang saat ini menjadi fokusnya adalah menggalang donasi untuk membantu kebutuhan para pejuang lapangan yang terus bekerja menghadapi karhutla.

Ia juga mengatakan, setelah ikut turun langsung dalam proses pemadaman, dirinya semakin memahami betapa berat pekerjaan yang dilakukan para pejuang lapangan. Api yang sempat berhasil dikendalikan tidak jarang kembali muncul sehingga proses pemadaman harus dilakukan berulang kali.

“Kadang kita merasa powerless karena api sudah dipadamkan, tetapi kemudian menyala lagi. Dipadamkan lagi, menyala lagi. Jadi, effort bersama sangat dibutuhkan saat ini,” katanya saat di lokasi karhutla belakang Kampus UPR Palangka Raya, Rabu (2/9/2026).

Bagi Sherina, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada petugas pemadam maupun pemerintah. Dukungan dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat diperlukan agar upaya pengendalian kebakaran dapat dilakukan secara maksimal.

Dalam kunjungannya, Sherina bersama teman-teman dari Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) juga memantau sejumlah titik kebakaran. Kehadiran mereka sekaligus untuk memberikan semangat kepada para relawan dan pihak-pihak yang berada di garis depan penanganan karhutla.

“Selain itu, kami juga ingin meningkatkan awareness mengenai pentingnya penanganan karhutla serta dukungan bagi semua pihak yang berada di lapangan,” tuturnya.

Sherina mengaku dapat merasakan secara langsung kelelahan yang dialami para pejuang lapangan. Terlebih, kondisi medan di kawasan hutan membuat proses pemadaman menjadi jauh lebih berat.

“Capek. Pasti melelahkan sekali. Medannya juga sulit, terutama ketika berada di kawasan hutan. Kita bisa merasakan langsung bagaimana perjuangan teman-teman yang setiap hari berada di lapangan menghadapi kondisi seperti ini,” ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, Sherina juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Universitas Palangka Raya yang ikut turun membantu pemadaman.

Ia menyebut, dirinya merasa senang dapat melihat langsung semangat para mahasiswa yang ikut mengambil bagian dalam upaya penanganan karhutla.

“Saya sangat senang bisa bersama para mahasiswa dari Universitas Palangka Raya. Posisi kami berada sekitar 200 meter di belakang Gedung. Mereka semua turut turun untuk membantu melakukan pemadaman api,” bebernya.

Sherina berharap keterlibatan tersebut dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa dari fakultas maupun perguruan tinggi lainnya untuk ikut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

Menurutnya, persoalan karhutla bukan hanya persoalan kebakaran yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Lebih jauh, kebakaran juga mengancam keberadaan hutan, satwa liar dan keseimbangan ekosistem.

“Kita juga harus memikirkan semua yang terdampak, bukan hanya manusia, tetapi juga satwa. Banyak satwa yang perlu dilindungi, seperti orangutan,” ujarnya.

Sherina menilai Kalimantan memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat luar biasa. Karena itu, kerusakan ekosistem akibat kebakaran hutan harus menjadi perhatian bersama.

“Karena biodiversitas Kalimantan itu luar biasa. Ini adalah bagian penting dari ekosistem kita semua yang harus dijaga. Kita tidak ada apa-apanya kalau ekosistem ini rusak,” tegasnya.

Kepedulian Sherina terhadap orangutan sendiri bukan hal baru. Ia mengaku memiliki perhatian yang besar terhadap satwa tersebut dan telah beberapa kali mendapat kesempatan bersama BOSF untuk mengikuti kegiatan pelepasliaran orangutan sekaligus mengkampanyekan upaya konservasi.

Keterlibatan tersebut membuatnya merasa perlu melihat secara langsung kondisi hutan dan dampak karhutla yang terjadi di Kalimantan.

“Aku memang memiliki ikatan dan kepedulian yang sangat tinggi terhadap orangutan. Beberapa kali sudah diberikan kesempatan oleh BOSF untuk ikut dalam kegiatan pelepasliaran serta mengkampanyekan kegiatan-kegiatan konservasi orangutan,” jelasnya.

Karena itu, kedatangannya ke lokasi karhutla menjadi bagian dari upaya untuk melihat secara langsung kondisi yang terjadi, termasuk dampak asap dan kebakaran terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat dan satwa. dte/fwa-red

 

-
-
-