-
Spirit Kalteng

KUALITAS UDARA MASIH KATEGORI BERBAHAYA-Palangka Raya Masih Dibayangi Minim Hujan

170
×

KUALITAS UDARA MASIH KATEGORI BERBAHAYA-Palangka Raya Masih Dibayangi Minim Hujan

Sebarkan artikel ini
kabut asap masih melanda Palangka Raya. foto diambil 8/10/2026 pukul 14.00 WIB di jalan Adonis Samad Palangka Raya. foto tabengan/doddy
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Kualitas udara di Kota Palangka Raya kembali berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 pada Jumat (9/10/2026), mencapai puncak 970,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³), dengan rentang konsentrasi sejak tengah malam hingga menjelang siang berada di angka 363,2–970,2 µg/m³. Kondisi tersebut masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Neng Arini, mengatakan, konsentrasi PM2,5 di Kota Palangka Raya masih berada pada kategori berbahaya. Kondisi tersebut perlu diwaspadai masyarakat karena dapat berdampak terhadap kesehatan.

“Dari data partikulat PM2,5 di Palangka Raya pada 9 Oktober hingga pukul 11.00 WIB, konsentrasinya berada pada rentang 363,2 hingga 970,2 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori berbahaya,” katanya saat dikonfirmasi Tabengan, Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan grafik riwayat kualitas udara, konsentrasi PM2,5 mulai menunjukkan angka tinggi sejak tengah malam. Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasinya berada di kisaran 360 µg/m³, kemudian meningkat menjadi sekitar 480 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB dan mendekati 600 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB.

Konsentrasi partikulat halus tersebut sempat berfluktuasi pada pukul 03.00 hingga 05.00 WIB, yakni berada di kisaran 500–540 µg/m³. Namun, kondisi kembali memburuk mulai pukul 06.00 WIB dengan konsentrasi sekitar 590 µg/m³.

Angka itu terus meningkat menjadi sekitar 610 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB, 680 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB, dan 740 µg/m³ pada pukul 09.00 WIB. Konsentrasi PM2,5 kemudian melonjak hingga mencapai puncak 970,2 µg/m³ sekitar pukul 10.00 WIB.

Meski pada pukul 11.00 WIB konsentrasinya turun menjadi 870,9 µg/m³, kondisi kualitas udara masih berada dalam kategori berbahaya. Penurunan tersebut belum menunjukkan bahwa kualitas udara telah kembali membaik.

PM2,5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan dalam konsentrasi tinggi berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Menurutnya, tingginya konsentrasi PM2,5 tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terlebih potensi hujan di wilayah Kalteng dalam sepekan ke depan diperkirakan masih terbatas.

Ia menjelaskan, potensi hujan di wilayah Kalimantan Tengah dalam sepekan ke depan masih terbatas dan umumnya bersifat ringan serta lokal.

“Untuk sepekan ke depan, potensi hujan di wilayah Kalimantan Tengah umumnya ringan dan bersifat lokal. Sementara di Kabupaten Murung Raya berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang pada 10–11 Oktober,” pungkasnya. tio/red

 

-
-
-