-
Ekobis

MERUGI, PENUMPANG BANDARA TJILIK RIWUT ANJLOK- 1.673 Penerbangan Nasional Terdampak Asap Karhutla

189
×

MERUGI, PENUMPANG BANDARA TJILIK RIWUT ANJLOK- 1.673 Penerbangan Nasional Terdampak Asap Karhutla

Sebarkan artikel ini
PARKIR- Salah satu pesawat dari salah satu maspakai terpaksa parkir di Bandara Tjilik Riwut tidak bisa terbang karena jarak pandang sangat terbatas. FOTO TABENGAN/YULIANUS
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disertai kabut asap di Kalimantan Tengah (Kalteng) turut memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Jumlah penumpang selama periode karhutla anjlok dibandingkan sebelum bencana tersebut terjadi.

“Selama periode karhutla ini jumlah penumpang menurun drastis dibandingkan sebelum periode karhutla,” ujar General Manager Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan kepada Tabengan, Senin (12/10/2026).

Darmawan juga menyampaikan, hingga pukul 14.30 WIB pada Senin (12/10/2026), belum ada pesawat yang mendarat maupun lepas landas dari Bandara Tjilik Riwut sesuai jadwal penerbangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah dampak kabut asap yang dalam beberapa waktu terakhir mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan.

Berdasarkan informasi jadwal penerbangan Bandara Tjilik Riwut untuk Senin (12/10/2026), terdapat tiga penerbangan kedatangan yang dijadwalkan, yakni Lion Air JT 680 dari Surabaya pukul 14.45 WIB, Batik Air ID 6200 dari Jakarta pukul 16.15 WIB, serta Garuda Indonesia GA 550 dari Jakarta pukul 18.20 WIB.

Sementara itu, jadwal keberangkatan meliputi Lion Air JT 681 menuju Surabaya pukul 15.25 WIB, Batik Air ID 6201 menuju Jakarta pukul 16.55 WIB, dan Garuda Indonesia GA 551 menuju Jakarta pukul 19.05 WIB. Namun, jadwal tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa pesawat telah benar-benar mendarat atau lepas landas. Status realisasi penerbangan setelah pukul 14.30 WIB masih memerlukan konfirmasi dari pihak bandara.

Dampak karhutla terhadap transportasi udara juga tercermin dari data Kementerian Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat sebanyak 1.673 penerbangan berjadwal domestik terdampak karhutla selama periode 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 745 penerbangan mengalami keterlambatan, 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda, 15 penerbangan dialihkan ke bandara lain, dan enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan. Bandara Tjilik Riwut termasuk salah satu bandara di wilayah Kalimantan yang mengalami dampak operasional akibat karhutla.

Sebelumnya, gangguan penerbangan di Bandara Tjilik Riwut juga dilaporkan terjadi pada akhir September. Berdasarkan pemberitaan Tabengan sebelumnya, sebanyak 12 jadwal penerbangan di bandara tersebut dibatalkan selama periode 26–30 September 2026 akibat kabut asap pekat. Keputusan operasional penerbangan harus mempertimbangkan kondisi jarak pandang dan standar keselamatan yang berlaku.

Di tengah kondisi tersebut, jumlah penumpang yang berangkat dan tiba selama periode Agustus hingga Oktober, termasuk kemungkinan lonjakan penumpang yang meninggalkan wilayah terdampak, masih memerlukan data resmi dari pengelola bandara.

Demikian pula jumlah masyarakat yang mengungsi melalui jalur udara akibat kabut asap belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Data tersebut penting untuk mengetahui seberapa besar dampak karhutla terhadap mobilitas masyarakat, sekaligus membedakan penumpang reguler dengan warga yang bepergian karena kondisi darurat.

Sementara itu, Kementerian Kehutanan melaporkan terdapat 122 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah berdasarkan pemantauan satelit hingga Jumat (9/10/2026) pukul 21.00 WIB. Angka tersebut merupakan indikasi titik panas, bukan jumlah kejadian kebakaran maupun luas lahan terbakar. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian karhutla masih perlu diperkuat, termasuk pemantauan kualitas udara dan dampaknya terhadap keselamatan penerbangan serta kesehatan masyarakat. rmp/rca-red

 

 

-
-
-