-
PENDIDIKAN

Angkat Potensi Daun Kembang Sepatu-6  Murid SMAN 2 Palangka Raya Raih Medali Perak di Ajang Internasional

31
×

Angkat Potensi Daun Kembang Sepatu-6  Murid SMAN 2 Palangka Raya Raih Medali Perak di Ajang Internasional

Sebarkan artikel ini
PRESTASI-Enam siswa SMAN 2 Palangka Raya berhasil meraih medali perak atau Silver Medal dalam ajang 8th International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. FOTO MMC KALTENG
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Berawal dari kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat, enam murid SMA Negeri 2 (SMAN 2) Palangka Raya berhasil mengembangkan penelitian tentang potensi daun kembang sepatu sebagai bahan alami untuk membantu penanganan demam. Berkat gagasan tersebut, mereka berhasil meraih medali perak atau Silver Medal dalam ajang 8th International Science and Invention Fair (ISIF) 2026.

Keenam murid tersebut adalah Raisya Arina Zaidan, Cut Nadia Putri Raya, Vania Cassandra Joycelin, Riris Esther Sitorus, Yasmine Batrisya Agata, dan Gilang Natanael Tanggara. Prestasi itu diraih dalam kompetisi yang berlangsung di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok, pada 12–17 Oktober 2026.

Dalam kompetisi tersebut, tim SMAN 2 Palangka Raya mempresentasikan penelitian berjudul “From Local Wisdom to Scientific Evidence: Validation of Hibiscus rosa-sinensis as a Natural First-Aid Treatment for Fever.” Penelitian ini mengangkat pemanfaatan tanaman kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) yang telah dikenal dalam pengetahuan tradisional masyarakat, kemudian dikaji melalui pendekatan ilmiah untuk melihat potensinya sebagai kompres dalam membantu penanganan demam.

Mewakili tim, Raisya Arina Zaidan mengatakan bahwa penelitian tersebut berangkat dari ketertarikan terhadap pengetahuan lokal yang dapat dikembangkan menjadi kajian ilmiah. Menurutnya, kompetisi ISIF 2026 menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memaparkan hasil penelitian, menjelaskan metode yang digunakan, serta menjawab pertanyaan dari dewan juri.

“Dalam kompetisi ini, saya bersama tim membawa penelitian tentang pemanfaatan daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) sebagai kompres untuk membantu penanganan demam. Penelitian ini berangkat dari pengetahuan tradisional yang ada di masyarakat, kemudian kami coba kaji melalui pendekatan ilmiah untuk melihat potensinya lebih lanjut,” ungkap Raisya.

Ia mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih bersama rekan-rekannya. Medali perak tersebut, menurut Raisya, tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan penelitian dan memperluas wawasan di tingkat internasional.

“Puji syukur, penelitian yang kami bawakan berhasil meraih Silver Medal. Tentunya ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya, karena bisa belajar banyak hal baru sekaligus membawa nama Kalimantan Tengah di tingkat internasional,” tuturnya.

Raisya berharap pencapaian tersebut dapat menginspirasi generasi muda, khususnya para pelajar, agar lebih peduli terhadap pengetahuan lokal yang berkembang di lingkungan masing-masing. Ia menilai, berbagai potensi yang dekat dengan kehidupan masyarakat dapat menjadi sumber gagasan penelitian apabila dikembangkan melalui proses pembelajaran dan pengkajian yang tepat.

“Saya berharap karya ini bisa mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap pengetahuan lokal dan berani mengembangkannya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkarya, dan mencoba hal-hal baru ke depannya. Semoga saya bisa terus membawa nama Kalimantan Tengah ke tingkat yang lebih luas,” tambahnya.

Selain prestasi di ISIF 2026, perjalanan Raisya dalam kegiatan bertaraf internasional juga diwarnai pengalaman memperkenalkan kebudayaan Kalimantan Tengah. Sebelumnya, ia terlibat dalam Bali International Science Fair (BISF) 2026 yang diselenggarakan di Denpasar, Bali.

Dalam kegiatan tersebut, Raisya bersama murid SMAN 2 Palangka Raya lainnya mendapat kesempatan tampil pada seremoni pembukaan dengan membawakan Tari Bahalai, salah satu kesenian yang merepresentasikan kekayaan budaya Kalimantan Tengah. Pada ajang yang sama, ia juga menjadi bagian dari tim penelitian berjudul “Is Life After Graduate Phenomenon Real for High School Student.”

Keterlibatan dalam kegiatan ilmiah dan seni budaya tersebut menunjukkan bahwa partisipasi pelajar dalam forum internasional tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga kesempatan memperkenalkan identitas dan kekayaan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Prestasi enam murid SMAN 2 Palangka Raya ini sekaligus memperlihatkan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan berpikir ilmiah. Kearifan lokal yang selama ini hidup di tengah masyarakat dapat menjadi titik awal penelitian, selama dikaji secara sistematis dan didukung bukti ilmiah yang memadai.

Melalui penelitian tentang daun kembang sepatu, Raisya dan rekan-rekannya membawa gagasan dari lingkungan sekitar menuju forum kompetisi internasional. Capaian medali perak tersebut menjadi pengalaman sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus berkarya, mengembangkan potensi daerah, dan berkontribusi melalui penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di sisi lain, temuan mengenai potensi daun kembang sepatu sebagai kompres untuk membantu penanganan demam tetap perlu dipahami sesuai dengan bukti ilmiah yang tersedia. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan manfaatnya sebelum dapat direkomendasikan sebagai metode penanganan demam bagi masyarakat.ldw/ded-red

 

-
-
-