Spirit Kalteng

Anggo Prihartanto Akui Bukan Atlet PON

31
×

Anggo Prihartanto Akui Bukan Atlet PON

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Provinsi Kalteng Adi Nur Fajar

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id- Anggo Prihartanto yang diberitakan sebagai mantan atlet dayung yang menjual medali untuk menyambung hidupnya dan pernah menjadi bagian dari atlet dayung Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2015 dan PON 2016 Jawa Barat ternyata tidak benar. Pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah sudah memanggil yang bersangkutan untuk mengecek kebenaran tersebut.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Provinsi Kalteng Adi Nur Fajar menyampaikan, Anggo dipanggil ke Kantor Dispora Kalteng dengan didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kadispora Provinsi Kalteng Iswahono. Turut hadir juga Kabid Pembinaan Prestasi Pengprov PODSI Kalteng Subandi S Musan.
“Jadi yang bersangkutan ini dari klarifikasinya merupakan atlet renang O2SN. Dia mewakili Kotim. Kemudian dia pindah ke dayung. Jadi bukan juga bagian dari atlet Pra PON atau PON seperti yang diberitakan di media,” kata Adi, Senin (16/5/2022).
Selain itu, lanjut Adi, dari pengakuan Anggo, dia menjual medali tersebut bukan untuk menyambung hidup. Namun untuk menambah modal usaha, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dia bekerja.
Sementara, Anggo memberikan klarifikasi pemberitaan mengenai dirinya melalui rekaman video didampingi Plt. Kadispora Provinsi Kalteng dan Kabid Sarana Prasarana Dispora Kalteng. Dalam rekaman video tersebut dia menyampaikan, dirinya tidak pernah menyampaikan diri seorang atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kalteng.
“Yang artinya PPLP itu dikelola di suatu tempat dan itu didik benar-benar oleh PPLP, tapi saya oleh karena mengikuti orang tua jadi saya tidak di PPLP. Tetapi media mengatakan saya di PPLP dan saya juga sampai ke jenjang tinggi tingkat pra PON sampai ke PON dan jenjang luas lagi. Jujur saya tidak mengatakan seperti itu dan hasil semua itu dari saya sendiri dan menyatakan saya sendiri,” kata Anggo.
Dikatakan Anggo, juga dari berita yang lain mengatakan dirinya seorang atlet, wartawan tersebut tidak pernah melakukan komunikasi dengan dia. Jika memang berkenan silakan langsung ngobrol dan bertanya apa menjadi tujuannya, mengapa sampai menambahkan dirinya sebagai seorang atlet dan juga sebagai seorang pelatih.
“Dan saya umur 25 tahun tidak mungkin seorang menjadi pelatih, tapi kalau mau pelatih dari mana dia bisa melakukan seperti itu. Jadi saya sangat berterima kasih sebelumnya kepada pelatih-pelatih yang sudah mengajarkan saya, terutama dengan Pak Yanson, Pak Subandi, Pak Harmadi. Saya berterima kasih atas didikan kalian, sampai saat ini saya sangat mengikat dan menghargai bidang olahraga dayung itu hingga saat ini dan seterusnya,” kata Anggo.
Pada 1 Mei 2022 pukul 20.15 WIB, Harian Umum Tabengan melakukan konfirmasi kepada Anggo melalui messenger Facebook melalui akun Dakocan, dengan mengirimkan tangkapan layar berita salah satu media online berbunyi kisah nelangsa mantan atlet dayung asal Kalteng, jadi buruh serabutan hingga jual medali. Anggo membenarkan pemberitaan tersebut.
Pada saat itu dia mengatakan angkatan dia antara lain Vio, Kristian dan Imanuel. Selain itu, dia mengatakan, tidak di PPLP karena masih ikut orang tua. Sementara menurut dia, PPLP itu anak-anak dari jauh dari kampung dan dididik. Dia mengatakan mengenal sejumlah atlet dayung yang kini sudah menjadi pelatih seperti Silo, Gandi sebagai senior dia. yml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *