PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Inflasi menjadi permasalahan setiap tahun yang harus dijaga pemerintah secara berjenjang. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, sampai pemerintah kabupaten dan kota. Semakin tinggi inflasi, maka akan berdampak buruk pada ekonomi. Tahun 2022, Kalteng menduduki peringkat ketiga tertinggi inflasi di Indonesia.
Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng (sekarang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan) Tute Lelo menyampaikan, era pemerintahan Teras Narang, kepala dinas diberikan keleluasaan dalam mengembangkan ide-ide, yang semata untuk pembangunan Kalteng. Khusus untuk bidang pertanian, kala itu dibuatlah program Penyangga Inflasi. Program ini diajukan ke Teras Narang dan mendapat persetujuan untuk dilaksanakan.
Menurut Tute Lelo, penyumbang inflasi secara sederhana disebabkan oleh 3 item. Bawang merah, cabai dan ayam. Ketiga hal inilah yang dikontrol dengan baik oleh pemerintah melalui program Penyangga Inflasi. Kalteng melalui Dinas Pertanian saat itu mengembangkan ketiga komoditi tersebut, sambil memantau harga ketiga komoditi tersebut.
“Khusus untuk bawang dan cabai, tim melakukan kontrol dengan baik atas fluktuasi harga. Kebun yang dimiliki dimaksimalkan dengan baik, ketika harga cabai mengalami kenaikan. Demikian pula dengan ayam, Dinas memiliki kandang di km 38. Harga ayam naik, maka ayam yang ada di kandang ini segera didistribusikan kepada masyarakat dengan harga yang murah,” kata Tute Lelo, saat memberikan tanggapan terkait dengan penanganan inflasi pada Pemerintahan Teras Narang, Kamis (10/11).
Hadirnya program Penyangga Inflasi, lanjut Tute Lelo, mampu menjaga inflasi di Kalteng tetap normal. Bahkan, adanya program Penyangga Inflasi membuat Kalteng beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat, atas keberhasilan dalam pengendalian inflasi. Hal inilah yang coba ditawarkan kepada pemerintah melalui program kerja dalam organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalteng.
“Keinginan terbesar kita, bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melahirkan berbagai program kerja demi menjaga kesejahteraan masyarakat. Terlebih, tahun depan dengan adanya isu resesi, program HKTI Kalteng dalam membangun pertanian ataupun sektor lainnya, dimungkinkan masyarakat mampu dalam menghadapi resesi,” ungkap Ketua Harian HKTI Kalteng ini. ded











