SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Hingga menjelang akhir tahun 2022, tiga kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih menjadi tanda tanya besar di tengah-tengah masyarakat. Tiga kasus itu, matinya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di RSUD dr Murjani Sampit, pembunuhan seorang nelayan, dan pembunuhan seorang pengamen wanita.
Bukan tidak ada titik terang, polisi hingga saat ini masih bekerja keras untuk mengungkap seluruh kasus tersebut. Bahkan puluhan saksi telah diperiksa dan kemungkinan akan terus bertambah hingga menemukan petunjuk yang pasti.
Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP Lajun Siado Rio Sianturi mengatakan, di sepanjang tahun 2022 ini tiga kasus menonjol itu masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pihaknya. Namun minimnya alat bukti menjadi kendala sehingga dalang di balik kematian korban sulit terungkap.
“Saat ini ada 40 saksi yang telah diperiksa. Akan tatapi belum ada mengarah kepada tersangka. Meski demikian, kasus ini tetap menjadi atensi bagi kami dari Satreskrim Polres Kotim. Maka dari itu penyelidikan masih terus dilakukan,” ungkap Lajun.
Tiga kasus tersebut, pegawai rumah sakit bernama Hotma Hutahuruk yang tewas dengan luka di kepala. Jasad Hotma sebelumnya ditemukan di parit oleh pemancing di semak belukar Jalan Pelita Barat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Minggu, 13 Febuari lalu, sekitar pukul 03.30 WIB.
Sebelum ditemukan tewas Hotma dikabarkan tiga hari sudah tidak pulang ke rumah. Salah satu fakta yang janggal, motor yang korban pakai justru ditemukan tidak jauh dari kediaman korban, tepatnya masih di areal perumahan dinas (perumnas) pembina.
Kemudian kasus kedua terjadi di Desa Setiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, pada 6 Agustus 2022. Seorang nelayan bernama Wahab ditemukan tewas dengan parang yang masih tertancap di perut di atas perahu yang masih mengapung di sungai.
Kasus terakhir, seorang pengamen wanita bernama Lina alias Anggel. Jasadnya ditemukan di Taman Kota Sampit. Berdasarkan hasil visum, ditemukan beberapa memar di sejumlah bagian tubuh yang diduga kuat adanya kekerasan sebelum akhirnya korban meninggal dunia. c-prs





