Tekon: Pembangunan Bundaran Besar, Dua Tugu Mahir Mahar, Hibah Mobil Mewah dan Pembangunan Kantor Kejati Kalteng, Semua Ratusan Miliar, Pemborosan?
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melakukan penghapusan terhadap tenaga kontrak (Tekon) tetap dilaksanakan. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, Tekon ini karena jumlahnya yang terlampau banyak menyebabkan pemborosan anggaran.
Sugianto mengaku, hasil kunjungan ke kantor-kantor didapati sejumlah kepala bidang (Kabid) berkumpul di lorong-lorong kantor mengobrol. Sementara itu, Tekonnya baru datang jam setengah 2 atau setengah 3 siang. Tidak berada di tempat. Dari 100 persen Tekon ini, yang datang berkantor hanya 20 persen, sementara sisanya yang 80 persen ke mana?
“Kondisi ini tidak hanya di beberapa dinas, tapi semua dinas itu sama. Seperti Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalteng ataupun Dinas Pendidikan Kalteng, ataupun dinas lainnya, semuanya sama. Ditambah lagi, proses penerimaan Tekon sudah tidak profesional. Karena itulah dilakukan filter, jangan sampai jumlah Tekon yang terlalu banyak ini membuat boros anggaran,” kata Sugianto, menanggapi masalah pengurangan Tekon di lingkungan Pemprov Kalteng, di Palangka Raya, Rabu (16/11).
Sugianto menilai, penerimaan Tekon tidak sesuai dengan kebutuhan dan keahlian yang diperlukan dinas. Justru penerimaan Tekon itu dari keluarga, anak, punya pacar anaknya diterima lagi sebagai Tekon. Berbicara kemanusiaan, tentu sebuah keprihatinan, tapi atas nama pimpinan daerah tentu harus ada tindakan tegas.
Sugianto menyampaikan, 1.300 Tekon yang diberhentikan kontrak kerjanya, selama 3 bulan dites ternyata pemerintahan tetap berjalan. Namun, dicek kembali ke dinas-dinas ternyata ada penerimaan Tekon secara pribadi. Artinya, memang harus ada penerimaannya.
“Kepala dinas ada yang ingin mengembalikan seluruh Tekon, cek, hitung, tinggal pilihan berhenti jadi kepala dinas. Apabila ingin bekerja, efisiensi anggaran. Setelah dihitung sebanyak 300 yang diterima, sesuai dengan pengajuan dari para kepala dinas,” tutup Sugianto.
Tekon Pemborosan?
Menanggapi adanya informasi menyangkut statement gubernur, terkait 1.300 lebih Tekon yang diberhentikan dan keberadaannya sebelumnya diduga dianggap pemborosan, Koordinator Forum Tenaga Kontrak (Tekon) nonaktif Pemprov Kalteng Rolando Paski menanggapi sebaliknya. Menurutnya, pihaknya malah melihat adanya peningkatan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Kalteng. Hal ini berbanding terbalik dengan dugaan pemborosan.
“Kalau memang pemborosan, kenapa sekarang ada pembangunan Bundaran Besar, Tugu Mahir Mahar hibah mobil mewah dan Pembangunan kantor Kejati Kalteng semua ratusan miliar?” keluhnya.
Selain itu, dirinya juga melihat apabila pembangunan saja yang diutamakan, lalu bagaimana dengan sumber daya manusia (SDM)-nya. Tentunya optimalisasi itu juga jelas memerlukan SDM-nya. Bahkan, ujarnya, Tekon juga memilki andil dalam membantu ASN bekerja lebih maksimal, seperti di bidang kesehatan, ataupun pendidikan tentunya mampu menunjang kinerja agar lebih baik.
Apalagi dengan pemberhentian tekon itu, jelas berdampak pada bertambahnya angka pengangguran di Kalteng.
“Kasian mas, sejumlah eks Tekon banyak yang kesulitan ekonomi sekarang. Lalu kami ini apakah dilepas begitu saja tanpa solusi?” pungkasnya. drn











