Spirit Kalteng

PPKM Dicabut, Vaksin Tetap Jalan di Kalteng 

33
×

PPKM Dicabut, Vaksin Tetap Jalan di Kalteng 

Sebarkan artikel ini
Suyuti Syamsul
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi dicabut oleh pemerintah pusat, diumumkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, Jumat (30/12). Kebijakan ini berlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia termasuk di Provinsi kalimantan Tengah (Kalteng).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr Suyuti Syamsul,. MPPM menyampaikan, PPKM merupakan kebijakan pemerintah pusat, sementara di daerah termasuk di Kalteng akan mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat.

“Pembatasan kegiatan masyarakat itukan kebijakan dari pemerintah pusat dengan adanya pandemi Covid-19. Kita di daerah ini mengikuti saja kebijakan dari pemerintah pusat tersebut,” kata Suyuti, Jumat (30/12).

Meskipun PPKM telah dicabut namun status pandemi masih belum berubah ke endemi. Selain itu vaksinasi Covid-19 juga tetap berjalan. Sampai dengan saat ini vaksinasi masih terus dilakukan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kalteng.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) cabang Kalteng Rini Fortina SKM, M.Kes menyampaikan, pertumbuhan kasus baru covid-19 di Kalteng terus menurun. Penambahan rata-rata 6-7 kasus per hari.

“Status kesehatan minggu ini lebih baik dari minggu sebelumnya, ditandai dengan pengurangan jumlah kasus konfirmasi Covid 19 dalam minggu ini. Analisa potensi penularan menunjukkan melambatnya risiko menjadi sakit sehingga kesembuhan menjadi lebih banyak,” kata Rini.

Selain penambahan kasus baru yang rendah, lanjut Rini indikator kematian mingguan berkurang dari minggu sebelumnya, namun masih fluktuasi kematian pada individu rentan yang komorbid dan tidak vaksin masih ada. Standar indikator kumulatif Kalteng masih dalam rentang kendali. Pergerakan penyakit cenderung melambat namun tetap menambah sakit dalam jumlah yang rendah dan terkendali.

Namun, Rini mengingatkan positive rate tidak mencapai target, menunjukan level keparahan daerah konsisten di atas 20 persen sehingga risiko penambahan kasus baru dan lonjakan masih dapat terjadi. Untuk itu, merekomendasikan capaian vaksin ketiga (Booster) masih perlu ditingkatkan untuk mencapai kekebalan maksimal dan mengantisipasi munculnya varian baru covid-19.

Kemudian, tetap penerapan protokol kesehatan dalam perilaku masyarakat merupakan tindakan yang terbaik dalam pencegahan penyakit, dengan didukung vaksin booster yang tepat waktu. Secara teori, lanjut Rini kalau semua sudah vaksin maka lonjakan penularan penyakit dan kematian sudah rendah sekali.

Namun virusnya belum hilang sama sekali, masih lama karena naik turun varian virus masih terus berubah. Varian yang sekarang terjadi tidak menimbulkan lonjakan karena ditahan oleh vaksin yang konsisten diberikan. yml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *