Kapolsek Aruta: Kami Akan Lakukan Pengawasan Secara Rutin dan Berkelanjutan
PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- 20 anak Balita (bayi di bawah 2 tahun) yang berada di wilayah Kecamatan Arut Utara (Aruta), dinyatakan menderita stunting. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Pangkut. Temuan ini menjadi perhatian khusus Polsek Arut Utara.
Kapolsek Arut Utara Ipda Agung Sugiarto mengatakan, sebanyak 20 anak balita itu rata-rata usianya 2 sampai 4 tahun, dan pada saat di lakukan pemeriksaan, dan jajaran Polsek Arut Utara telah memberikan bantuan kepada anak penderita stunting.
“Pada hari Sabtu (28/1) pukul 09.00 WIB, saya didampingi Bhabinkamtimas kelurahan Pangkut Aipda M.Agung.K, Kanit Bimmas Polsek Aruta Aipda Ratno Eko.M bersama 3 orang Petugas Puskesmas Pangkut, melakukan pengecekan timbang badan dan pemeriksaan kesehatan terhadap ke 20 anak balita yang menderita stunting,” ujar Ipda Agung Sugiarto.
Lanjut Agung, selain dilakukan pengecekan terhadap perkembangan kesehatan ke 20 anal balita penderita stunting, jajaran Polsek Arut Utara juga memberikan bantuan berupa paket yang berisikan Susu cair kotak milk, Kacang ijo, Biskuit, Telor rebus, vitamin sachet dan snack/kue.
“Kami akan lakukan pengawasan secara rutin dan berkelanjutan terhadap anak-anak penderita stunting, sampai mereka tumbuh dengan sehat, karena masalah stunting ini merupakan masalah yang sangat penting sehingga di butuhkan keseriusan dalam upaya menekan angka stunting di Wilayah Arut Utara,” ujar Agung Sugiharto.
Lanjut Agung, masalah stunting ini juga merupakan isu nasional, bahkan pada saat Rapat koordinasi yang di hadiri Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Sentul Internasional Convention Center pada tanggal 17 Januari 2023, dalam arahannya Presiden Joko Widodo meminta agar seluruh daerah di Indonesia berkomitmen untuk mengurangi angka stunting.
“Kami akan mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting ini, selain kami akan mengawasi secara rutin terhadap anak penderita stunting, kami pun akan memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Agung.
Sebab menurutnya, Sebagian besar masyarakat main ada yang belum memahami istilah yang disebut stunting, dimana stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
“Kami akan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat perihal masalah stunting ini, sebab stunting ini merupakan masalah yang bisa di cegah, seperti untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, maka masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menamam sayur mayur, selain itu masyarakat pun harus tetap menjaga kebersihan lingkungan, dan bagi ibu hamil harus secara rutin memeriksakan ke Posyandu,” ujar Agung Sugiharto.c-uli





