-
Spirit Kalteng

JADIKAN MUSEUM SEJARAH KALTENG-Andar: Gedung KONI Jangan Dirobohkan

74
×

JADIKAN MUSEUM SEJARAH KALTENG-Andar: Gedung KONI Jangan Dirobohkan

Sebarkan artikel ini
Andar Ardi
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Rencana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalimantan Tengah (PUPR Kalteng) untuk tetap merobohkan gedung KONI Kalteng pasca Lebaran, mendapat kritikan dan penolakan dari berbagai pihak, termasuk Tokoh Adat Kalteng Andar Ardi. Penolakan bukan tanpa alasan, mengingat gedung tersebut menyimpan dan memiliki sejarah yang lekat bagi Kalteng.

Andar Ardi menegaskan, masyarakat pasti mendukung pemerintah dalam melakukan pembangunan di semua bidang. Namun, pembangunan kiranya tidak sampai menghilangkan bangunan yang memiliki sejarah bagi Kalteng. Bangunan yang dikenal dengan sebutan gedung KONI Kalteng merupakan gedung pertama yang dibangun pemerintah menggunakan APBD, dan difungsikan sebagai kantor DPRD Provinsi Kalteng pertama.

Perlu diketahui, lanjut Andar Ardi, Kalteng memiliki bukti sejarah yang sangat minim terkait dengan berdirinya Kalteng. Gedung KONI adalah salah satu bukti, sekaligus saksi sejarah akan keberadaan berdirinya Kalteng. Jadi jelas, rencana dirobohkannya gedung KONI untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan tegas ditolak.

“Alih-alih dirobohkan dan dijadikan RTH, akan lebih bijak bila pemerintah melakukan penataan, dan perbaikan gedung KONI tersebut. Perbaiki dan percantik, untuk kemudian jadikan gedung KONI itu menjadi Museum Sejarah Kalteng. Letakkan semua foto-foto pejabat pendiri Kalteng. Baik itu gubernur, anggota dewan, ataupun tokoh-tokoh lainnya, yang memiliki peranan dalam proses pembangunan dan berdirinya Kalteng,” jelas pemerhati sejarah Kalteng ini, Minggu (31/3), di Palangka Raya.

Dampak positif, lanjut Andar Ardi, dijadikannya gedung KONI sebagai Museum Sejarah Kalteng, dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran bagi para siswa-siswa Kalteng di masa yang akan datang. Para siswa dapat belajar, mengetahui, dan memahami proses berdirinya Kalteng dari awal, sampai menjadi Provinsi Kalteng.

Andar Ardi mengingatkan, jangan sampai penerus daerah ini tidak mengetahui siapa tokoh-tokoh, dan proses terbentuknya Kalteng. Sebab itu, alih-alih dirobohkan akan lebih bijak bila dilakukan perbaikan, dan dijadikan museum. Berbicara RTH, apa dampak positif bagi pengetahuan para siswa akan sejarah Kalteng.

Sekali lagi, ungkap Andar Ardi, jangan pernah melupakan sejarah meskipun melakukan pembangunan. Lestarikan budaya dan sejarah yang dimiliki Kalteng, terlebih dengan keberadaan buktinya yang sangat minim. Jadikan gedung bersejarah itu sebagai sarana pendidikan dengan menjadikannya museum.

“Museum Sejarah Kalteng tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Kalteng, tapi juga bagi siapa saja yang berkunjung ke Kalteng. Wisatawan dapat mengetahui, dan belajar tentang  sejarah berdirinya Kalteng. Melihat para pendiri daerah, pejuang daerah, dan juga banyak hal terkait dengan Kalteng,” tutup Andar Ardi. ded

-
-
-