PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait menyediakan rumah susun (rusun) bagi warga korban kebakaran yang terjadi di kawasan Ponton di Kota Palangka Raya tepatnya di Jalan Sayur dan Jalan Giat, RT 2, 3 dan 4, RW 11 Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Minggu (7/4) lalu.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Palangka Raya H Muhammad Riduan menyampaikan, pihaknya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) mengenai rencana relokasi warga korban kebakaran.
“Kami sudah menyiapkan rumah susun bagi warga korban kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu, total ada 8 kamar yang kami sediakan. Jadi bagi warga korban kebakaran kami siapkan untuk 8 KK (Kepala Keluarga) untuk menempati rusun,” kata Riduan saat dihubungi Tabengan Selasa (16/4).
Bagi warga korban kebakaran kata Riduan, bisa mendaftar untuk menempati rusun dengan waktu yang sudah disiapkan selama beberapa bulan bulan sampai warga korban sembari menyiapkan kembali rumahnya. “Jadi dari Disperkimtan Kota menyediakan 8 kamar dengan waktu selama 3 bulan, sembari menunggu bantuan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalteng,” tuturnya.
Ia menegaskan, berdasarkan kesepakatan antara Dinsos dan Disperkimtan ada 8 KK yang bisa menempati Rusunawa dan bagi warga korban kebakaran tinggal menguhubungi Disperkimtan.
Lebih lanjut ia menyampaikan, terkait relokasi perlu untuk dilakukan mengingat masalah banjir musiman terjadi, sehingga warga yang tinggal diarea itu juga akan kesulitan. “Salah satu solusi yang baik memang relokasi warga ketempat-tempat yang dianggap aman dari banjir, misalnya daerah Kalampangan atau yang lain yang bebas banjir,” jelasnya.
Karena kata Riduan salah satu tujuan utama dari relokasi adalah penataan agar warga yang sering terdampak banjir musiman ini dapat hidup dengan baik di lokasi yang tidak banjir lagi. “Tetapi ini semua perlu kolaborasi bersama selain dari Dinsos, Disperkimtan juga peran dari Dinas PUPR. Khusus kami Dinsos memang bekerja sama dengan Dukcapil pendataan mengenai Adminduk sehingga kita mengetahui warga yang terdampak. Intinya adalah ini memerlukan kolaborasi bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini,” pungkas.
Sebelumnya Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) sering kali menawarkan relokasi kepada para korban sebagai solusi untuk mengatasi kerugian bencana. Tawaran relokasi itu dengan menyediakan beberapa lokasi baru untuk para korban terdampak kebakaran. Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah kebiasaan masyarakat yang dekat dengan pasar dan memiliki mata pencaharian sebagai pedagang.
“Masyarakat yang sudah terbiasa dengan pola hidup dan kebiasaan sebagai pedagang cenderung susah untuk berpindah tempat,” ujarnya.
Pemprov tidak berhenti mencari solusi untuk mengatasi kerugian akibat kebakaran. Salah satu lokasi yang sudah disiapkan di daerah Kalampangan. rmp/ldw





