PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID–Lantaran dibohongi, 13 pelapak pada event Pbunfest, Rabu (24 /4) melaporkan EO (Event Organizer) Pbunfest ke Polres Kotawaringin Barat, laporan tersebut karena pihak EO gagal menghadirkan artis NDX pada tanggal 18 Mei 2024 mendatang.
Dianna berdasarkan informasi, bahwa Pihak NDX menyatakan telah membatalkan secara sepihak kegiatan Pbunfest di Pangkalan Bun dan 4 event di Kota lainnya seperti Lombok, Batam, Pontianak dan Palangka Raya dengan EO yang sama.
Salah satu korban, Andre (18) warga Desa Sungai Kapitan Kumai saat di kantor SPKT Polres Kobar mengatakan, bahwa awalnya dirinya mengetahui event tersebut dari poster postingan salah satu rekannya di status whatsapps.
Dan pangkuan Andre, usai melihat poster itu langsung menghubungi nomor yang tertera di poster untuk pemesanan lapak UMKM.
“Pada saat itu, saya pun langsung pesan 3 lapak dengan nilai semuanya Rp 3 juta, karena satu lapak itu harganya Rp 1 juta,” Kata Andre.
Dan Menurutnya, dirinya dengan beberapa orang lainnya bertemu dengan pihak EO Pbunfest di salah satu Cafe Pangkalan Bun pada hari Jumat (16/2) sekitar pukul 16.00 WIB untuk membicarakan mengenai kelanjutan event dan prosedur mengenai lapak.
“Ketemu dengan orangnya, saat itu masih enak dihubungi dan masih komunikasi dengan para penyewa lapak di dalam grup whatsapps, setelah 3 minggu kemudian tidak ada kabar,” tandasnya.
Lanjut Andre, yang mengalami kerugian bukan dirinya saja, masih ada 12 penyewa lapak lainnya juga mengalami kerugian yang sama, ada yang mulai Rp 2 juta dan rata-rata Rp 1 juta per penyewa lapak. Total kerugian jika ditotalkan 13 penyewa lapak ada sekitar Rp 17 juta.
“Saat ini kita berusaha untuk melaporkan yang bersangkutan ke Polres Kobar, karena tidak adanya komunikasi pihak EO kepada kami untuk pengembalian uang sewa lapak,” pungkasnya. c-uli











