Spirit Kalteng

BMKG: Wilayah Tengah dan Barat Kalteng Rawan Karhutla

44
×

BMKG: Wilayah Tengah dan Barat Kalteng Rawan Karhutla

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID Sebagian wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) diwarnai dengan tingkat kekeringan lahan yang cukup tinggi. Hal ini diperkirakan terjadi dalam seminggu ke depan, akibat minimnya curah hujan. Hal tersebut menyebabkan tingginya tingkat kemudahan kebakaran di kawasan lahan yang kering.

Menurut prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Muhammad Ihsan Sidiq, sebagian wilayah Kalteng yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebagian besar berada di Kalteng wilayah barat dan tengah.

“Pada 16-18 Juli Kalteng diperkirakan nihil hujan, sedangkan 19-22 Juli hujan terjadi hanya di Gunung Mas (Gumas), Murung Raya (Mura), Katingan, Barito Utara (Barut) dan Kapuas bagian utara,” kata Ihsan, Selasa (16/7).

Berdasarkan Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan daerah yang memiliki tingkat kemudahan terbakar di Kalteng di antaranya Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur (Kotim), Palangka Raya, Pulang Pisau (Pulpis) dan Katingan.

Ihsan menerangkan, FFMC mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang dan bahan ringan lain yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm.

“Potensi kebakaran lahan berdasarkan FFMC hari ini sebagian besar di wilayah barat dan tengah Kalteng serta sedikit di daerah utara,” ungkapnya.

Kendati demikian, Ihsan menyebut intensitas api karhutla di Kalteng sejauh ini relatif rendah hingga sedang. Menurutnya, daerah Kalteng yang memiliki tingkat intensitas api tinggi hanya  berada di Sukamara, Seruyan dan Pulpis dan ada sedikit di Palangka Raya dan Kotim.

“Meski begitu, mengingat mulai memasuki musim kemarau dan beberapa hari terakhir hingga sepekan ke depan masih minim hujan, tingkat kekeringan lahan di Kalteng berpotensi bertambah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BP-BPK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, Pemprov Kalteng bersama Polda Kalteng, Korem 102/Pjg, instansi vertikal, dinas/badan, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalteng, dan pihak terkait lainnya yang tergabung dalam Satgas Pengendali Karhutla Provinsi Kalteng, terus memantapkan upaya pengendalian karhutla. Gubernur Kalteng bersama Forkompimda berkomitmen mewujudkan Kalteng bebas kabut asap pada tahun 2024.

“Untuk mencapai komitmen tersebut, berbagai inovasi dilakukan dalam upaya pengendalian karhutla di wilayah Kalteng. Dengan koordinasi yang baik antara fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, operasional, pengawasan, dan evaluasi, pengendalian karhutla diharapkan dapat dilaksanakan dengan efektif sehingga tidak menjadi bencana bagi masyarakat,” ujarnya, kepada Tabengan, Selasa (16/7).

Ia mengatakan, Gubernur Kalteng telah membentuk Satgas Pengendali Karhutla Provinsi Kalteng melalui Keputusan Gubernur Nomor 188.44/36/2023. Satgas ini bertugas mengoordinasikan perencanaan, pengorganisasian, operasional, pengawasan, dan evaluasi dalam setiap usaha pengendalian karhutla.

“Sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2024, Satgas telah mengadakan rapat koordinasi untuk menyinergikan upaya pengendalian karhutla oleh berbagai instansi/lembaga. Hasil rapat tersebut memetakan dukungan sumber daya yang diperlukan, termasuk personil sekitar 1.045 orang yang akan beroperasi selama 30 hingga 90 hari di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah,” sebutnya.

Mulai Kamis, 11 Juli 2024 lalu, selama 90 hari ke depan, sesuai prakiraan BMKG, Pemprov Kalteng mengaktifkan Posko dan Pos Lapangan Satgas Pengendali Karhutla. Posko Provinsi bertugas mengoordinasikan semua usaha pengendalian karhutla, sementara Pos Lapangan bertugas melaksanakan patroli, sosialisasi pencegahan, dan pemadaman karhutla.

“Dengan perencanaan dan pengendalian yang baik dari Posko serta operasi lapangan yang efektif dari Pos Lapangan, diharapkan pengendalian karhutla tahun 2024 berjalan lancar, mewujudkan Kalteng bebas kabut asap, dan menyukseskan Peringatan HUT RI Ke-79 di IKN,” katanya

Ia mengajak semua anggota Posko dan Pos Lapangan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, menjaga kekompakan, kesehatan, serta selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan. jef/ldw

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *