-
Spirit Kalteng

802,41 Km Drainase Palangka Raya Tidak Baik

50
×

802,41 Km Drainase Palangka Raya Tidak Baik

Sebarkan artikel ini
RAWAN BANJIR-Drainase di Jalan Danau Rangas, Palangka Raya, tak memadai menyebabkan banjir.
-

+Panjang Drainase Kota 1.823,66 km dan 1.021,25 km dalam Kondisi Baik.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Jalan rusak di Kota Palangka Raya menjadi salah satu permasalahan yang mengganggu aktivitas masyarakat. Warga di Jalan Badak Lurus, Jalan Banteng dan Jalan Bukit Indah VI, misalnya, mengeluhkan kerusakan tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.

“Jalan di sini memang rusak sudah lumayan lama, harapannya sih semoga pemerintah bisa memperbaiki jalan yang rusak di sini,” kata Sul, warga di Jalan Badak Lurus, Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, kepada Tabengan, Rabu (24/7).

Hal senada diungkapkan Septy, warga Jalan Banteng. Dia juga mengeluhkan ruas jalan di dekat rumahnya yang tak nyaman dilalui. Masyarakat setempat berharap jalan-jalan dalam kota segera mulus diaspal.

“Jalan sini rusak berkerikil, soalnya banyak debu-debu itu kalau siang. Semoga pemerintah cepat untuk memperbaiki jalan di sini,” imbuhnya saat dibincangi.

Sementara, Dita, warga Jalan Bukit Indah VI Kelurahan Palangka juga mengungkapkan keluhan yang sama. Mereka berharap jalanan di sekitar perumahan penduduk mendapat perhatian pemerintah.

Selain kerusakan jalan, sejumlah warga Kota Palangka Raya juga mengeluhkan buruknya saluran drainase. Ketika turun hujan, tak jarang terjadi banjir akibat sistem drainase yang kurang baik. Banyak saluran yang mampet.

“Kondisi drainase di sini rusak, sudah lumayan lama memang. Terkadang bisa banjir juga karena drainasenya gak memadai,” kata Lidia, salah satu warga di Jalan Danau Rangas.

Dia juga berharap, Pemerintah Kota Palangka Raya untuk memperbaiki drainase yang ada di wilayahnya. Khusunya di sekitaran Jalan Danau Rangas.

“Harapannya sih pemerintah bisa perbaiki, drainase di sekitaran jalan kami, soalnya memang sering macet dan biasanya juga banjir,” ucapnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya Fahrial Anchar mengungkap, berdasarkan survei yang dilakukan oleh PUPR, kondisi permukaan jalan menunjukkan 55,51 persen dalam keadaan baik, 8,84 persen dalam kondisi sedang, 2,27 persen rusak ringan, dan 33,38 persen rusak berat.

Dengan data tersebut, kondisi baik dari permukaan jalan di Kota Palangka Raya mencapai 64,35 persen. Menurut Fahrial, ini merupakan pencapaian tertinggi di Kalimantan Tengah. Pemerintah pusat menargetkan secara nasional jalan yang dalam kondisi baik harus mencapai 65 persen, sesuai dengan RPJMN 2020-2024.

Dijelaskan Fahrial, Pemko Palangka Raya telah mengalokasikan anggaran dari APBD sebesar lebih dari Rp122 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jalan pada tahun 2024.

“Kami yakin hingga akhir 2024, kondisi kemantapan jalan di Kota Palangka Raya akan melebihi target nasional sebesar 65 persen,” ujar Fahrial saat pemaparan di depan wartawan,  baru-baru ini.

Pada tahun 2024, Dinas PUPR akan melaksanakan berbagai kegiatan penyelenggaraan jalan, termasuk peningkatan, pemeliharaan berkala, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Jalan-jalan itu meliputi Jalan Badak Lurus, Badak XIII, Piranha IV, Piranha I, Cristian Tuwan Kilometer 7 RTA Milono, Dunis Tuwan Kilometer 10 Petuk Katimpun, dan Jalan Karya Sidomulio Tb Tahai.

Selain peningkatan jalan, PUPR juga akan mengelola dan membangun sistem drainase di Kota Palangka Raya. Dari total panjang drainase kota yang mencapai 1.823,66 km, hanya 1.021,25 km yang dalam kondisi baik. Beberapa titik yang akan dilakukan pemeliharaan atau rehabilitasi drainase meliputi Kelurahan Menteng, Kecamatan Pahandut, Kelurahan Palangka, Kelurahan Bukit Tunggal, serta Jalan Pinguin dan sekitarnya.

“Untuk pembangunan sistem drainase, beberapa wilayah yang menjadi prioritas antara lain Jalan Rajawali dan Jalan Temanggung Tilung, Jalan CHR Binu, serta pembangunan drainase di Jalan G Obos V, Jatayu, Sepakat, dan sekitarnya,” paparnya.

Dinas PUPR Kota Palangka Raya telah melakukan perhitungan anggaran untuk pembangunan jalan dan drainase tahun 2024. Target kemantapan jalan adalah 1,5 persen dan drainase 2 persen per tahun. Pembangunan jalan memerlukan dana sekitar Rp 83 miliar per tahun, sementara drainase membutuhkan sekitar Rp48 miliar untuk pemeliharaan, pembangunan, dan rehabilitasi. rmp

 

 

-
-
-