PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kesepian dan kesendirian menjadi fase yang dialami hampir sebagian manusia, terutama ketika usia memasuki masa senja. Tinggal sendirian jauh dari anak cucu. Pasangan hidup sudah berpulang mendahului. Sepi dan sedih menjalani hari-hari. Menjadi suatu kenyataan yang ironis, banyak orang tua yang diabaikan keluarganya di usia lanjut. Fakta ini yang kemudian menggugah gereja Katolik di bawah pimpinan Paus Fransiskus, pada tahun 2021 mencanangkan Hari Kakek Nenek dan Lansia.
Gereja Katolik menggugah umatnya di seluruh dunia agar tidak mengabaikan lansia, apalagi membuangnya. Gereja menetapkan Peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia setiap minggu keempat bulan Juli. Tahun 2024 ini adalah peringatan yang keempat, jatuh pada 28 Juli 2024. Gereja mengajak seluruh umatnya untuk memberikan perhatian khusus di momen ini.

Peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia tahun 2024 mengangkat tema “Janganlah membuang aku pada masa tuaku”. Tema ini diambil dari Kitab Mazmur 71:9. Tema ini mengajak semua orang untuk tidak mengabaikan orangtuanya, kakek neneknya, di usia tua mereka. Gereja menyebut usia tua dengan istilah usia terberkati. Sebab panjang umur merupakan berkat dan rahmat Tuhan.
Pastor Paroki Katedral Palangka Raya RD Patrisius Alu Tampu dalam pesannya pada Peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia, Minggu (28/7), mengajak semua orang untuk tetap dan terus memberikan kasih sayang dan perhatian kepada para lansia. “Tanpa kakek nenek, kita semua tidak ada di dunia ini,” kata Pastor Patris, sapaan akrabnya.
Para cucu dan anak-anak yang pernah lahir dari rahim orang tua yang kini telah menjadi kakek nenek dan lansia, diminta untuk memberikan perhatian yang optimal kepada para lansia. Tentunya dengan penuh kesabaran, ketulusan dan totalitas. Pastor Patris juga berpesan kepada para kakek nenek, agar mengisi hari-hari dengan penuh rasa syukur dan gembira. “Sebab hati yang gembira adalah obat yang manjur,” katanya.
Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya merayakan Hari Kakek Nenek dan Lansia Tahun 2024 dengan meriah. Berbagai kegiatan dilaksanakan sejak Jumat (26/7) hingga Minggu (28/7). Pada Jumat, panitia menggelar kegiatan seminar tentang kesehatan dan pelatihan pembuatan eco enzim bagi lansia.
Selanjutnya pada puncak peringatan, Minggu, digelar berbagai kegiatan. Diawali dengan misa pagi pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan bagi lansia, selanjutnya ada seminar tips hidup sehat di usia tua dari dokter Spesialis Orthopedi dan dokter kecantikan, di Aula Gedung Serba Guna Tjilik Riwut. Acara juga diisi hiburan bagi para lansia, diakhiri dengan pembagian pohon dan bingkisan serta hadiah lainnya bagi lansia.
Yosep Maria Sahdan Ruslan, Seksi Kerasulan Keluarga Dewan Pastoral Paroki (DPP) Katedral Santa Maria Palangka Raya, yang menjadi penanggungjawab Peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia tahun 2024 ini, mengatakan ada 400 bibit pohon buah-buahan yang dibagikan. Bibit pohon masing-masing jambu, rambutan, durian dan cempedak masing-masing 100 pohon.
Bibit ini, kata Ruslan, merupakan sumbangan dari persemaian Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kahayan di Tumbang Nusa, Pulang Pisau.
“Ini juga sebagai dukungan atas panitia visi misi Keuskupan Palangka Raya, yakni pelestarian alam, peduli lingkungan hidup, dan penghijauan,” kata Ruslan.
Perayaan Hari Kakek Nenek Ke-4 ini, lanjut Ruslan, dilaksanakan secara meriah sesuai imbauan dari Komisi Keluarga Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
“Di tahun 2024 ini, sesuai imbauan dari Komisi Keluarga KWI, Hari Kakek Nenek dan Lansia dirayakan di setiap Paroki. Kalau sebelumnya di masing-masing Keuskupan,” kata Ruslan.
Berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan, lanjut Ruslan, melibatkan organisasi Katolik seperti Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang, komunitas kategorial gereja yang meliputi Marriage Encounter (ME), Sahabat MSF, Pria Sejati Katolik, dan lainnya.
Ketua Panitia Kegiatan Niko Y Ilai mengatakan, pada puncak perayaan kemarin, ada ratusan Lansia yang hadir. Panitia mencatat ada 196 lansia yang mengikuti bakti sosial kesehatan, berupa pemeriksaan gula darah dan asam urat.
“Target panitia 150 orang, tapi lansia yang hadir lebih dari itu. Kita bersyukur karena hari ini bisa membagi kegembiraan bersama para lansia,” katanya. mel





