-
Spirit Kalteng

Empat Kabupaten di Kalteng Terdampak Banjir

67
×

Empat Kabupaten di Kalteng Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Ahmad Toyib
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BP-BPK) Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, menyampaikan, bahwa kejadian bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di provinsi Kalimantan Tengah . Berdasarkan data yang disampaikan, banjir telah terjadi di beberapa kabupaten dengan dampak yang cukup signifikan terhadap ribuan warga.

Di Kabupaten Murung Raya, banjir berlangsung sejak 15 Oktober hingga 21 Oktober 2024, berlangsung selama tujuh hari. Tinggi muka air tertinggi mencapai 9,60 meter. Wilayah yang terdampak meliputi tujuh kecamatan dan 50 kelurahan/desa. Di Kecamatan Laung Tuhup, tercatat beberapa desa seperti Muara Tuhup, Muara Laung I, Muara Laung II, dan Desa Biha mengalami banjir yang merendam 3.103 unit rumah serta 17 fasilitas umum. Sebanyak 3.456 kepala keluarga (KK) dengan total 10.946 jiwa terdampak, namun hanya lima orang dari satu keluarga yang harus mengungsi.

“Kecamatan Seribu Riam juga terdampak, dengan dua desa yakni Muara Joloi I dan Muara Joloi II mengalami genangan air yang merendam 66 rumah. Sebanyak 68 KK terdampak oleh banjir di wilayah ini. Sementara itu, di Kecamatan Permata Intan, beberapa kelurahan seperti Tumbang Lahung, Muara Hakanon, serta desa-desa lainnya turut terdampak. Banjir di sini menggenangi 1.341 rumah dan 16 fasilitas umum, dengan jumlah korban terdampak sebanyak 1.886 KK atau 7.037 jiwa, termasuk 83 orang yang harus mengungsi,” ujarnya, Selasa (22/10).

Kemudian, Kecamatan Sumber Barito tidak luput dari dampak banjir, dengan beberapa desa seperti Tumbang Kunyi, Tumbang Tuan, dan Desa Kalapeh Baru ikut terkena dampaknya. Sebanyak 1.453 rumah dan sembilan fasilitas umum terendam. Korban terdampak tercatat sebanyak 1.535 KK atau 5.808 jiwa. Di Kecamatan Murung, sebanyak 3.625 KK dengan total 10.490 jiwa terdampak banjir, 235 di antaranya harus mengungsi. Sebanyak 1.025 rumah dan 85 fasilitas umum terendam air.

“Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Barito Tuhup Raya, di mana beberapa desa seperti Cinta Budiman dan Makunjung terdampak, dengan total 69 KK dan 137 jiwa yang terkena dampak, serta 67 rumah dan lima fasilitas umum terendam. Di Kecamatan Uuut Murung, empat desa terdampak banjir, dengan 307 KK dan 1.300 jiwa yang terkena dampak. Sebanyak 259 rumah terendam, meskipun tidak ada warga yang harus mengungsi,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, selain Murung Raya, Kabupaten Pulang Pisau juga dilanda banjir yang berlangsung selama empat hari, dari 18 hingga 21 Oktober 2024. Banjir ini berdampak di satu kecamatan, yakni Kecamatan Banama Tingang, khususnya Desa Hanua, dengan ketinggian air mencapai 30 cm.

Kabupaten Barito Utara juga melaporkan kejadian banjir yang berlangsung selama tiga hari, dari 19 hingga 21 Oktober 2024. Lima kecamatan terdampak di wilayah ini, dengan 12 kelurahan/desa yang terendam air. Desa-desa seperti Melayu, Pendreh, Pararawen, dan Lemo II di Kecamatan Teweh Tengah serta beberapa desa lainnya di kecamatan-kecamatan lain mengalami dampak banjir.

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Kapuas, di mana banjir melanda tiga kecamatan dengan total 17 kelurahan/desa terdampak. Banjir yang terjadi pada 21 Oktober 2024 ini mengakibatkan 2.433 KK atau 5.734 jiwa terdampak, dengan 1.055 rumah dan 64 fasilitas umum yang terendam air di Kecamatan Pasak Talawang. Di Kecamatan Timpah, sebanyak 953 KK dengan 2.178 jiwa terdampak, dan di Kecamatan Kapuas Tengah, sebanyak 1.295 KK dan 5.734 jiwa terdampak oleh banjir. Total 1.145 rumah dan puluhan fasilitas umum terendam di wilayah-wilayah ini.

Ia mengatakan, secara keseluruhan, banjir yang melanda Kalimantan Tengah ini telah berdampak pada 16 kecamatan dan 80 kelurahan/desa di empat kabupaten, dengan total 15.627 KK atau 44.080 jiwa yang terdampak. Sebanyak 11.246 unit bangunan rumah terendam, dan 258 fasilitas umum juga mengalami kerusakan akibat bencana ini.

Ahmad Toyib juga mengatakan bahwa tidak ada kejadian bencana non-kebencanaan selama periode ini, serta tidak ada status siaga darurat terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun, status darurat siaga banjir telah ditetapkan di Kabupaten Murung Raya, yang berlaku dari 21 Oktober hingga 27 Oktober 2024. (Ldw).

 

-
-
-