Spirit Kalteng

Rencana Proyek Jalur Kereta Api di Kalteng Sedang Disusun

50
×

Rencana Proyek Jalur Kereta Api di Kalteng Sedang Disusun

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, saat diwawancara, di Kantor Dinas Perhubungan Kalteng, Kamis (5/12). Lidia

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID  – Kementerian Perhubungan tengah menyusun Rencana Induk Perkeretaapian Nasional yang bertujuan menghubungkan seluruh provinsi di Kalimantan, termasuk konektivitas menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Langkah ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan mobilitas dan pengembangan ekonomi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, mengungkapkan bahwa rancangan ini tidak hanya mencakup Kalimantan Tengah (Kalteng) tetapi juga provinsi lain di Kalimantan. Ia menjelaskan bahwa kajian awal mengenai jalur kereta api dari Kalteng menuju Kalimantan Selatan telah rampung. Namun, pelaksanaan proyek ini masih menunggu dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Saat ini, Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan kajian terkait jalur kereta api dari Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Selatan. Untuk pelaksanaannya, kita masih menunggu dukungan dari APBN. Sementara itu, rencana induk perkeretaapian nasional secara keseluruhan masih dalam proses penyusunan,” ujar Yulindra, Kamis (5/12).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jalur kereta api dari Kalteng ke Kalimantan Selatan merupakan langkah awal sebelum melanjutkan konektivitas menuju IKN. Ada pula alternatif jalur lain yang sedang dalam tahap kajian, yaitu dari Barito Utara langsung menuju IKN.

“Semua usulan dari daerah, termasuk dari Barito Utara, sudah disampaikan ke Kementerian Perhubungan. Kemungkinan nantinya akan ada dua opsi jalur menuju IKN, yaitu dari Kalsel atau langsung dari Barito Utara,” tambahnya.

Tak hanya itu, usulan pembangunan jalan tol sebagai pendukung konektivitas antarprovinsi di Kalimantan juga telah diajukan. Namun, Yulindra menegaskan bahwa realisasi proyek besar ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Untuk realisasi, kami belum berani memberikan tanggapan karena ini sudah masuk ranah Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti berbagai keunggulan moda transportasi kereta api dibandingkan kendaraan roda empat, salah satunya adalah tidak terkendala oleh kemacetan. Hal ini dinilai menjadi solusi efektif dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang.

“Kereta api memiliki keunggulan dibandingkan kendaraan lain, terutama dalam hal efisiensi dan ketepatan waktu. Ini akan sangat membantu mobilitas dan mendukung pengembangan ekonomi di Kalimantan,” tegas Yulindra.

Rencana pembangunan infrastruktur transportasi di Kalimantan ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya konektivitas antarprovinsi yang lebih baik. Selain itu, langkah ini juga dianggap mendukung keberadaan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.

“Kami optimistis bahwa dengan konektivitas yang baik, potensi ekonomi di seluruh Kalimantan dapat berkembang pesat. Tentunya, kami berharap rencana ini dapat segera direalisasikan,” tutupnya.(Ldw).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *