Nasional

Teras Narang Ibadah Syukur di Momen Capping Day

36
×

Teras Narang Ibadah Syukur di Momen Capping Day

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA CAPPING DAY- Anggota DPD RI Kalteng yang juga Ketua Yayasan Kesehatan PGI Cikini Agustin Teras Narang di acara Capping Day STIKES PGI Cikini, Sabtu (7/12).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Akhir pekan tadi, Sabtu (7/12), Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang mengawali hari dengan ibadah syukur sekaligus momen Capping Day bagi 74 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (STIKES PGI) Cikini.

Capping Day merupakan upacara simbolis dan momen ucap janji disertai penerimaan kap atau topi lambang kehormatan serta tanggung jawab profesi tenaga kesehatan. Ini menandai mahasiswa STIKES PGI Cikini yang akan mulai terjun praktik lapangan untuk mempertajam keterampilan pelayanan mereka.

Sebagai Ketua Yayasan Kesehatan PGI Cikini yang menaungi institusi ini, Teras Narang menaruh harapan, momen para mahasiswa melakukan praktik akan mengasah kepekaan kemanusiaan mereka yang terasa dalam keramahan pelayanan atau hospitality.

Selain menambah keterampilan teknis dan standar pelayanan kesehatan. Mahasiswa juga mesti mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung profesinya.

Menurut Kementerian Kesehatan sebagaimana dikutip Kompas.ID, berdasarkan Surat Tanda Registrasi, maka pada tahun depan Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 695.217 orang perawat. Sementara secara global dari data BMJ Global Health tahun 2022, dunia akan kekurangan tenaga kesehatan hingga 4,5 juta pada 2030 mendatang.

Artinya, kata Teras Narang, selain pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan seperti perawat di tanah air, peluang untuk bekerja di luar negeri pun terbuka lebar. Untuk itu keterampilan dan karakter unggul, serta kemampuan berinteraksi secara global akan sangat diperlukan. Maka momen Capping Day, mesti menangkap peluang masa depan, agar para mahasiswa mempersiapkan diri dengan baik.

Untuk Kalimantan Tengah sendiri, menurut data BPS 2023, tenaga perawat mencapai 6.974 orang dan bidan sekitar 4.364 orang. Dari temuan semasa reses, ditemukan masih banyak masyarakat yang belum terlayani baik karena kekurangan tenaga kesehatan, termasuk dokter.

“Ini pekerjaan rumah kita bersama untuk mendorong perbaikan sektor kesehatan daerah, lewat peran kita masing-masing. Kesehatan sebagai salah satu aspek penting dari pembangunan manusia selain pendidikan, menjadi sangat krusial untuk kita perhatikan,” kata Teras Narang. ist

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *