PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID-Pedasnya rasa dan harga cabai rawit membawa berkah bagi Ramsan (65), petani cabai asal Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Ramsan justeru menikmati hasil penjualan saat harga cabai meroket. Bahkan, atas keuletannya kini kebun cabai milik Ramsan menjadi objek belajar bagi petani di wilayah Kabupaten Kobar.
Ramsan menceritakan, awalnya ia bergelut sebagai nelayan, yang akhirnya pada tahun 2015 banting setir menjadi petani cabai di lahan sendiri. Dengan adanya pendampingan dan penyuluhan dari Dinas Pertanian Kobar, Ramsan pun terbilang berhasil dengan usahanya mengembangkan tanaman cabai. Ia mengembangkan tanaman cabai rawit dalam satu hamparan, dengan luas lahan miliknya mencapai 2 hektare.
“Alhamdulillah, modal awal untuk menanam dan perawatan pada saat panen di tahun 2023 lalu keuntungan mencapai Rp150 juta. Saya menanam bibit sebanyak 2.400 batang cabai rawit dengan usia panen 14 bulan. Sementara itu, estimasi untuk satu pohon menghasilkan 1 kg cabai secara kontinu dan hasil panen mencapai 2 ton 600 kg. Sebagian besar hasil panen saya jual ke Pangkalan Bun,” ujar Ramsan saat diwawancara Tabengan, Jumat (24/1).
Pada saat panen, lanjut Ramsan, harga cabai rawit dijual mencapai harga Rp50 ribu/kg, bahkan pernah mencapai Rp70 ribu/kg. Dan menurut Ramsan, karena banyaknya permintaan, maka ia pun akan terus mengembangkan tanaman cabai rawit.
Ia menambahkan, saat ini pun mulai melakukan penanaman bibit baru yang diperkirakan akan panen pada Maret 2025. Bibit yang baru tertanam sebanyak 13 ribu bibit jenis varian ori dan kaliber. Penanaman akan terus berlanjut mengingat bibit yang disiapkan mencapai 24 ribu batang.
“usaha ini sangat menjanjikan sekali, dengan ketekunan dan teknologi menyikapi berbagai kendala di lapangan, maka akan menghasilkan cabai yang berkualitas baik. Kami sangat senang bisa berbagi ilmu bagi teman-teman petani yang ingin ikut mengembangkan cabai rawit ini. Tempat kami ini sering kedatangan teman-teman dari desa, seperti pada 16 Januari 2025 ada kunjungan dari Kecamatan Pangkalan Lada, Pangkalan Banteng dan Kotawaringin Lama,” ujar Ramsan.
Menurut Ramsan, yang bergabung dalam Kelompk Tani Bogam Tunas Mandiri ini, jika banyak petani yang mengembangkan tanaman cabai rawit ini maka dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kobar, dengan demikian tidak perlu mendatangkan cabai dari luar Kobar. yuliantini





