-
Hukrim

Dalam 2 Jam, 2 Ular Resahkan Warga Dievakuasi Tim ERP

38
×

Dalam 2 Jam, 2 Ular Resahkan Warga Dievakuasi Tim ERP

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI-Tim gabungan memperlihatkan ular Piton sepanjang 3,5 meter yang berhasil dievakuasi. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Hanya berselang 2 jam, dua ular berbeda jenis dievakuasi tim penyelamatan satwa ERP Palangka Raya bersama BPK Putra Pahandut, Selasa (4/3). Dua ular yang diamankan diketahui masuk ke rumah warga dan sempat membuat pemilik rumah panik.

Kemunculan ular pertama berada di Jalan Mahir Mahar oleh warga bernama Andi. Seekor ular Piton sepanjang sekitar 3,5 meter muncul di bawah atap rumah yang di bawahnya terdapat kandang ayam.

Dilokasi tersebut, tim ERP dan BPK Putra Pahandut langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal dengan menangkap ular yang diketahui telah memangsa seekor ayam jantan dewasa.

Butuh waktu sekitar 15 menit untuk tim gabungan menaklukan ular yang memiliki nama ilmiah Malayophyton Retucaltus tersebut, karena ular sempat melakukan strike atau serangan saat akan ditangani.

Di lokasi kedua, Jalan Belida Tjilik Riwut KM 4 Kelurahan Bukit Tunggal, Tim ERP kembali mendapatkan adanya ular yang masuk ke dalam ruang tengah rumah. Dengan segera tim ERP yang dipimpin Kabag Ops Yustinus Exaudi melakukan evakuasi.

Harry Winanda, pemilik rumah mengatakan jika saat itu tengah bersantai dan melihat sekelebat bayangan melintas di bawah kaki.

“Kaget saya lihatnya tadi, lalu saya coba senter pakai handphone terlihat ekornya namun badannya masuk ke dalam tumpukan barang. Karena takut ada anak saya yang masih bayi langsung minta bantuan ke Tim ERP,” ujarnya.

Sementara, Yustinus Exaudi mengungkap bahwa ular yang berhasil diamankan dari lokasi tersebut ternyata ular pelangi atau Xenopeltis Unicolor yang merupakan ular air yang memangsa kodok, kadal dan ikan-ikan kecil.

“Untuk yang ular pertama tadi ular piton dengan panjang sekitar 3,5 meter, ular yang memang suka memangsa ternak dan memang sering di jumpai masuk ke area perumahan dan pekarangan warga yang memiliki ternak atau peliharaan. Untuk yang kedua ular air, tidak berbisa, sepertinya tersesat dan masuk dari saluran air di kamar mandi,” terang pria yang akrab disapa Nago tersebut.

Dari hasil penanganan yang dilakukan tim gabungan, ular berhasil ditangani dengan baik. Ular kemudian dilepasliarkan ke habitat aslinya yang jauh dari pemukiman.

“Untuk ular-ular yang sudah berhasil kami tangani tadi, langsung kami bawa untuk dilepasliarkan,” pungkasnya. fwa

 

-
-
-