PEMPROV KALTENG

RP30 MILIAR MENJADI RP3,5 MILIAR-Imbas Efesiensi Pusat, Anggaran Jalan Lingkar Selatan Dipangkas

17
×

RP30 MILIAR MENJADI RP3,5 MILIAR-Imbas Efesiensi Pusat, Anggaran Jalan Lingkar Selatan Dipangkas

Sebarkan artikel ini
RP30 MILIAR MENJADI RP3,5 MILIAR-Imbas Efesiensi Pusat, Anggaran Jalan Lingkar Selatan Dipangkas
FOTO TABENGAN/MAYA SELVIANI MENINJAU-Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Bupati Kotim Halikinnor ketika meninjau kondisi jalan lingkar selatan

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID- Perbaikan jalan lingkar selatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang digadang-gadang rampung dilakukan di tahun ini bakalan tidak terwujud. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terpaksa memangkas anggaran perbaikan jalan tersebut yang semula dianggarkan sebesar Rp30 miliar.

Kepala Dinas PUPR Kalteng, Shalahuddin menjelaskan anggaran perbaikan jalan lingkar selatan terkena pemangkasan anggaran hingga menjadi Rp3,5 miliar. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat hingga ke daerah.

“Untuk perbaikan maupun perawatan jalan di Kalimantan Tengah termasuk di Kotim mengalami pemangkasan anggaran. Semua karena efisiensi anggaran,” ujar Shalahuddin ditemui ketika mendampingi kunjungan kerja Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau kondisi jalan lingkar selatan Sabtu (29/3) lalu.

Dilanjutkan Shalahuddin, kedepan pihaknya akan kembali menelaah kondisi anggaran setelah perayaan hari raya Idulfitri. Dimana pihaknya akan mengagendakan kembali pembahasan anggaran perubahan, apakah nantinya ada penambahan anggaran untuk jalan lingkar selatan atau tidak.

“Sementara ini pagu anggaran yang kita sampaikan untuk perbaikan Jalan Lingkar Selatan baru sebesar itu. Nanti kita lihatlah setelah pembahasan anggaran,” terangnya.

Dia juga menyampaikan selain perbaikan jalan di Lingkar Selatan, pada tahun ini di Kabupaten Kotim ada beberapa paket perbaikan jalan, yakni di antaranya Jalan HM Arsyad  rute Sampit-Samuda menuju Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit hingga Kabupaten Seruyan.

Kemudian, Jalan Pelantaran-Parenggean di Tumbang Sangai (Telaga Antang). Namun saat ini ada efisiensi anggaran sehingga semua anggaran untuk perbaikan ataupun perawatan jalan mendapatkan potongan sebesar 50 persen bahkan  lebih.

“Sehingga diperkirakan untuk perbaikan jalan pada tahun 2025 ini tidak bisa tuntas paling tidak kita hanya mempertahankan kondisi jalan agar tetap dapat perasional,” pungkasnya.

Untuk diketahui selama ini jalan Lingkar Selatan kondisinya telah lama mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh para pengguna jalan yang rata-rata merupakan pengemudi kendaraan berat atau pun truk besar bermuatan. c-may