
KUALA KURUN/TABENGAN.CO.ID – Dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dan membuka akses konektivitas di wilayah pedalaman, Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong secara resmi menyerahkan tiga unit alat berat kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gumas, di halaman Kantor Dinas PU Gumas, Jumat (25/4).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing, Sekretaris Daerah Richard, para Kepala Perangkat Daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Penyerahan ini menjadi salah satu momen penting dalam mendukung program strategis pembangunan daerah, khususnya di bidang infrastruktur jalan dan konektivitas antarwilayah.
Dalam sambutannya, Bupati Jaya Samaya Monong menegaskan, pengadaan alat berat ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gums untuk terus memperkuat fasilitas dan sarana pendukung dalam pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang masih minim akses. Mengingat akses jalan yang baik merupakan salah satu kebutuhan utama yang dapat membuka peluang ekonomi, mempercepat pelayanan publik, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pengadaan alat berat ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan-jalan penghubung antardesa dan kecamatan yang selama ini menjadi tantangan besar, terutama di zona III yang meliputi Kecamatan Damang Batu, Kahayan Hulu Utara, dan Miri Manasa,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, keberadaan alat berat ini sangat penting untuk mendukung pekerjaan lapangan di daerah-daerah yang sering kali terisolasi akibat buruknya kondisi jalan, terutama saat musim hujan tiba. Lebih lanjut, Bupati memberikan arahan khusus kepada Dinas PU agar segera menerjunkan alat-alat berat tersebut ke titik-titik yang sangat membutuhkan penanganan. Ia memerintahkan agar alat berat difokuskan lebih dahulu pada ruas jalan yang saat ini tidak dapat dilalui kendaraan, seperti jalan dari Desa Tumbang Marikoi ke Desa Tumbang Mahuroi, serta jalan dari Desa Dandang menuju Tumbang Ponyoi.
“Kondisi beberapa ruas jalan saat ini sangat memprihatinkan. Maka saya minta agar alat berat segera turun ke lapangan. Setelah penanganan di titik-titik prioritas ini selesai, kita akan evaluasi kembali dan sesuaikan dengan kebutuhan serta laporan di lapangan,” tegasnya.
Adapun jumlah alat berat yang diserahkan sebanyak tiga unit, masing-masing terdiri dari 1 unit excavator, 1 unit motor Grader dan 1 unit Vibratory Soil Compactor. Ketiga alat berat ini diharapkan dapat digunakan secara maksimal untuk pembukaan, perbaikan, dan pemeliharaan jalan, baik jalan kabupaten maupun jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat dalam aktivitas ekonomi dan sosial.
Usai penyerahan, Bupati Gumas langsung melakukan pengecekan dan uji coba ketiga alat berat tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepastian bahwa alat-alat yang diadakan melalui Dinas PU tersebut dalam kondisi siap pakai dan dapat langsung digunakan untuk mendukung pekerjaan lapangan.
“Ini bukan hanya simbolis. Kami ingin memastikan bahwa alat-alat ini benar-benar siap dan langsung bisa dimanfaatkan. Jangan sampai setelah diserahkan, justru terlantar atau digunakan tidak sesuai peruntukannya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gumas Baryen menjelaskan, pengadaan alat berat merupakan bagian dari implementasi program kerja jangka pendek Bupati, yaitu program 100 hari kerja.
Menurutnya, keberadaan alat berat tersebut akan sangat membantu tim teknis Dinas PU dalam melaksanakan penanganan jalan kabupaten secara mandiri, tanpa sepenuhnya bergantung pada pihak ketiga atau kontraktor.
“Ini akan mempercepat mobilitas kami dalam menangani jalan-jalan yang rusak parah. Apalagi wilayah Kabupaten Gumas cukup luas dan memiliki kontur medan yang beragam. Alat berat seperti ini sangat krusial,” tutur Baryen.
Dengan penyerahan dan pengoperasian alat berat ini, Pemerintah Kabupaten Gumas berharap dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur dasar yang layak dan mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini masih tertinggal.
“Langkah ini juga mencerminkan semangat kolaboratif antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Gunung Mas,” pungkasnya. c-hen











