Spirit Kalteng

Muhlis Kandidat Kuat Bupati Barito Utara

22
×

Muhlis Kandidat Kuat Bupati Barito Utara

Sebarkan artikel ini
Muhlis Kandidat Kuat Bupati Barito Utara
Muhlis

*PKB Siapkan Calon Baru, KPU Tunggu Juknis Pilkada Ulang

MUARA TEWEH – Pasca Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia mendiskualifikasi 2 pasangan calon Bupati Barito Utara (Barut) dan memerintahkan Pilkada ulang, sejumlah nama kandidat baru bermunculan dan ramai diperbincangkan masyarakat.

Nama-nama yang dinilai layak untuk menjadi pemimpin definitif di bumi Iya Mulik Bengkang Turan tersebut di antaranya Pj Bupati Barut Muhlis hingga mantan Kadis PUPR Kalteng Shalahuddin serta sejumlah nama lainnya.

Tentang Muhlis yang dijagokan, sejumlah warga saat ditemui di Pasar Pendopo menilai sangat layak, kuat, dan bisa dimajukan jika bersedia.

“Kalau kami tidak susah melihat siapa yang mau maju. Kalau Pak Muhlis itu bersedia seharusnya sangat bisa untuk pimpin Barut ini,” ujar Acil Henny, penjual sayur seraya diamini oleh para pedagang lainnya, Kamis (15/5).

“Kurang apa pak Muhlis itu. Pernah pimpin beberapa dinas di Barut dan sekarang Pj Bupati. Tentu mampu sekali,” tambah wanita paruh baya asal Jingah itu.

Senada, beberapa tokoh masyarakat dan juga pensiunan saat ditemui mengatakan, jika calon kepala daerah di Barut ini dilihat dari rekam jejak, integritas dan kemampuan di pemerintahan serta popularitas saat ini, maka pilihannya ada pada Muhlis.

“Jika masih pragmatis seperti kemarin-kemarin yang mengandalkan isi tas maka Muhlis tentu tidak masuk, tetapi jika dilihat dari rekam jejak dan juga kemampuan mengelolah pemerintah daerah, Muhlis tidak bisa diragukan,” ujar Ibrahim, salah seorang pensiunan guru yang saat ini berdiam di Jalan Kelapa Sawit.

Pria yang kerap dipercaya oleh beberapa paslon pada setiap pemilu itu menjelaskan, selain kemampuan di pemerintahan, terbatasnya waktu kampanye untuk Pilkada kali ini menjadi cukup beralasan untuk mengusung Muhlis.

“Hampir 2 tahun Pj Bupati tentu modal yang sangat besar untuk popularitasnya di masyarakat. Siapa yang tidak kenal Pak Muhlis. Ini sangat diuntungkan. Tetapi kembali lagi, apakah Muhlis mau atau bersedia?” terangnya.

“Ya kalau partai politiknya punya pikiran untuk tidak pragmatis. Kalau masih seperti kemarin-kemarin tentu akan sama saja,” tambahnya.

Terhadap rumor yang beredar di masyarakat, Muhlis saat dikonfirmasi mengucapkan terima kasih jika memang ada masyarakat yang menilainya layak pimpin Barut.

“Kalau itu penilaian masyarakat ya saya ucapkan terima kasih mas,” ujar Muhlis saat ditelepon.

Saat ditanya apakah bersedia jika dipinang oleh partai politik untuk maju sebagai Bupati Barut, pria yang sudah mumpuni di birokrat itu mengatakan saat ini dirinya ditugaskan untuk menyiapkan siapa Bupati Barut ke depan.

“Saat ini saya ditugaskan untuk menyiapkan siapa yang akan jadi Bupati Barut nanti,” ujarnya.

Selain Muhlis, nama Shalahuddin juga disebut-sebut dalam bursa bakal calon Bupati Barut. Munculnya Shalahddin bukan tanpa alasan. Mantan Kadis PUPR Provinsi Kalteng itu merupakan putra Barito Utara dan sudah tak asing di tengah masyarakat setempat.

“Pak Shalahuddin bisa. Punya pengalaman di Birokrasi yang panjang dan juga pernah mencalon sebagai Bupati Barut beberapa tahun silam. Tentu bisa dipertimbangkan,” ujar Tommy, salah seorang pemuda asal Lahei.

Terhadap dua nama yang muncul di tengah masyarakat sebagai bakal calon Bupati Barut potensial, pengamat politik Jhon Retei menilai keduanya adalah putra terbaik dari Barut yang sangat bisa diperhitungkan.

“Rekam jejak mereka di birokrasi tentu sangat layak untuk mengelolah pemerintahan daerah.  Ada juga tokoh-tokoh lain dari Barut yang saat ini berkarya di provinsi atau di daerah lain yang bisa diperhitungkan untuk memimpin Barut,” ujar Jhon via telepon.

Meskipun demikian, terhadap nama-nama yang muncul tersebut tetap kembali lagi kepada keputusan partai politik.

“Jika partai politik mau sehat berpolitik dan tidak pragmatis tentu tokoh-tokoh birokrat yang kita sebutkan di atas bisa masuk. Tetapi jika masih pragmatis dan mengandalkan kekuatan finansial ceritanya akan lain,” terangnya.

Selain kedua nama tersebut, ada sejumlah nama lain seperti Haji Tajeri, Nuryakin, Jimmy Charter, Taufik Nugraha dan banyak lagi nama lainnya yang juga disebut-sebut punya peluang maju untuk memimpin Kabupaten Barut ke depan.

Sementara itu, berkaitan dengan persiapan pelaksanaan Pilkada Barut dalam waktu 90 hari pasca putusan MK, Ketua KPU Siska Dewi Lestari saat dihubungi mengatakan hingga saat ini pihaknya menunggu petunjuk dari KPU RI.

“Untuk persiapannya kita tunggu petunjuk mas dari KPU RI,” ujar Siska singkat.

PKB Inventarisir Calon Baru

Putusan MK mendiskualifikasi 2 paslon Bupati dan Wakil Bupati Barut sontak mengejutkan banyak pihak, termasuk partai pengusung. Ketua DPW PKB Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengaku terkejut atas keputusan MK tersebut.

“Saya kemarin sebagai Ketua DPW PKB Kalteng sangat terkejut dengan hasil putusan MK ini. Kayaknya ini pertama kali terjadi, semua paslon didiskualifikasi dalam satu Pilkada,” ujarnya saat dikonfirmasi Tabengan, kamis (15/5).

Habib Ismail menyebut, pihaknya sebelumnya sangat optimis terhadap kemenangan paslon yang mereka usung. “Kami berkeyakinan bahwa PKB, khususnya calon Bupati yang diusung yaitu H Gogo dan Hendro Nakalelo, akan menang,” sebutnya.

Meski demikian, Habib menegaskan, pihaknya menghormati dan menerima keputusan MK yang bersifat final dan mengikat. “Karena hasil putusan MK ini final dan mengikat, jadi kita harus menerima itu semua,” katanya.

Lebih lanjut, Habib menjelaskan sesuai amar putusan MK, Pilkada Barut akan digelar kembali melalui PSU, namun tanpa melibatkan 2 paslon yang sebelumnya didiskualifikasi.

“Artinya bukan pilkada ulang secara menyeluruh, bukan kocok ulang partai. Partainya tetap sesuai koalisi kemarin, hanya orang-orangnya yang diganti,” jelasnya.

PKB bersama koalisi partai lain kini tengah menyiapkan dan menggodok dari calon atau tokoh baru untuk diusung dalam PSU yang harus digelar paling lambat 90 hari ke depan.

“Dari tadi malam kita sudah monitoring dan menginventarisir siapa saja tokoh yang berpotensi memenangkan Pilkada Barito Utara,” ujarnya.

Habib menambahkan, meski ada kemungkinan menempuh jalur hukum lain seperti PTUN, PKB memilih untuk tidak melanjutkan.

“Ada sih jalan di PTUN, cuma sepertinya tidak akan kami tempuh. Kami lebih memilih menerima dan berpikir positif, bahwa ini semua adalah kehendak Tuhan. Kami siap menyongsong kontestasi ulang dengan calon baru,” pungkasnya c-old/jef