PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di 22 titik lokasi pada Senin (26/5).
Salah satu lokasi yang menjadi tujuan pemeriksaan adalah kandang milik U.D Sumber Rejeki Jaya Lembu di Jalan Mahir Mahar. Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh tim dokter hewan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan.
Kepala UPT Puskeswan drh Eko Hari Yuwono menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan bebas dari penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Kita memeriksa kesehatan hewan kurban, kita lihat secara umum. Persyaratan kurban, tidak boleh cacat, kemudian tidak boleh sakit, itu kan kelihatan dari ekspresi dari tenaknya, dan cacat itu biasanya dari cacat permanen, dari matanya, alat geraknya, kemudian testikelnya seperti itu. Kalau dia dinyatakan sehat, baru kita pasang stiker sehat,” ujar Eko.
Eko menambahkan, stiker sehat ini berfungsi sebagai jaminan bagi masyarakat bahwa hewan kurban tersebut telah diperiksa secara medis dan layak untuk dikurbankan. Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh oleh tiga tim dokter hewan yang tersebar di berbagai kecamatan, seperti Sebangau, Jekan Raya, Panarung, Bukit Batu, dan Tangkiling.
Eko mengemukakan, pihaknya juga melakukan antisipasi terhadap potensi penyebaran PMK sejak sebulan sebelumnya dengan melakukan sosialisasi dan vaksinasi kepada para peternak.
“Dari sebulan lalu kami sudah undang para pengusaha ternak untuk sosialisasi mengenai PMK, terutama soal biosekuriti dan vaksinasi. Di kandang milik Pak Kasiran ini, semua ternak sudah divaksin, ada yang dua minggu lalu, ada juga yang satu bulan lalu. Pada intinya pada saat tenak masuk, setidaknya dua tiga hari, kita sarankan sudah divaksin, karena itu pencegahan yang lebih baik,” jelasnya.
Ia menekankan, jika ditemukan indikasi hewan yang kurang sehat, tim dari UPT Puskeswan akan langsung turun tangan untuk melakukan pengobatan. Masyarakat pun diajak untuk memperhatikan ciri-ciri kesehatan hewan kurban yang dapat dilihat secara kasat mata.
“Ciri-ciri hewan sehat itu kulitnya bersih, berdiri tegap, mata tidak belekan, tidak ada lendir dari hidung atau mulut, dan nafsu makan baik. Masyarakat bisa lihat sendiri. Tapi untuk lebih amannya, pastikan hewan yang dibeli sudah memiliki stiker sehat dari dinas kami,” tambahnya.
Sementara itu, pemilik U.D Sumber Rejeki Jaya Lembu, Kasiran menyambut baik kegiatan pemeriksaan ini. Ia mengatakan, sapi-sapi yang dijualnya berasal dari berbagai daerah seperti Kupang, Pelaihari, dan Sulawesi. Menurutnya, antusiasme masyarakat menjelang Idul Adha tahun ini cukup tinggi.
“Alhamdulillah sudah mulai ramai, setiap hari ada yang keluar. Tahun lalu kami habis lebih dari 100 ekor. Tahun ini juga sudah banyak yang laku, walaupun belum diambil. Biasanya diambil menjelang hari H,” ujar Kasiran.
Harga sapi yang dijual di tempatnya bervariasi, mulai dari Rp16 juta hingga Rp20 juta tergantung ukuran dan kualitas. Kasiran juga menjelaskan, pengantaran hewan kurban bisa dilakukan sesuai permintaan pembeli, baik ke masjid, tempat pemotongan, atau lokasi lain yang telah disepakati.
“Kalau di dalam kota, pengantarannya gratis. Tapi kalau ke luar kota, ada biaya tambahan. Yang penting, sapi tetap di kandang sampai hari H, nanti kami antar ke tempat yang dituju,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, semua sapi yang masuk ke kandangnya dalam kondisi sehat, dan pemeriksaan rutin dari dinas sangat membantu dalam menjaga kualitas hewan yang dijualnya.
Dengan adanya pemeriksaan ini, diharapkan masyarakat Kota Palangka Raya dapat berkurban dengan tenang dan aman, serta memastikan bahwa hewan yang mereka sembelih benar-benar sehat dan sesuai syariat Islam. nws





