PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, menyerukan agar perusahaan-perusahaan yang melintasi ruas Jalan Palangka Raya–Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, mematuhi aturan maksimal tonase kendaraan. Seruan ini disampaikan menyusul viralnya video inspeksi mendadak yang dilakukan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di lokasi tersebut.
Gubernur Agustiar melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (27/5), dan menunjukkan kekesalannya saat mendapati sejumlah truk perusahaan masih mengangkut muatan yang melebihi batas maksimal 10 ton. Video aksi Gubernur yang menegur sopir dan petugas di lapangan kemudian tersebar luas di media sosial dan memicu respons berbagai pihak.
Sirajul menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas yang diambil oleh Agustiar. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan jalan tidak hanya soal keselamatan, tapi juga bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap pembangunan daerah.
“Iya agar perusahaan taat aturan dan tertib pajak,” tegas Sirajul Rahman (29/5).
Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh semata-mata mengejar keuntungan, namun juga wajib menjaga keberlangsungan infrastruktur yang telah dibangun dengan anggaran negara. Truk bermuatan berlebih, katanya, menjadi penyebab utama kerusakan jalan di wilayah pedalaman.
“Kami berharap, tidak ada lagi perusahaan yang melanggar aturan, sehingga rencana pembangunan berjalan baik dan dinikmati masyarakat,” tambah politisi dari daerah pemilihan Kalteng itu.
Sirajul juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mengucurkan dana besar untuk peningkatan infrastruktur, khususnya di wilayah yang menjadi jalur distribusi industri dan perkebunan. Untuk itu, ia meminta adanya sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah.
Ia menilai, langkah Gubernur Kalteng melakukan sidak menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir pelanggaran aturan oleh perusahaan.
“Ini bentuk keseriusan pemerintah, dan DPRD tentu akan mendukung penuh setiap upaya menjaga infrastruktur tetap layak,” pungkasnya. Jef











