PEMPROV KALTENG

PGI Kalteng: Perhatian Gubernur Terhadap Umat Beragama Sangat Nyata, Sangat Pantas Disebut sebagai Tokoh Pluralisme

5
×

PGI Kalteng: Perhatian Gubernur Terhadap Umat Beragama Sangat Nyata, Sangat Pantas Disebut sebagai Tokoh Pluralisme

Sebarkan artikel ini
PGI Kalteng: Perhatian Gubernur Terhadap Umat Beragama Sangat Nyata, Sangat Pantas Disebut sebagai Tokoh Pluralisme
Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Kalimantan Tengah Pendeta Ayang Setiawan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Kalimantan Tengah Pendeta Ayang Setiawan memberikan apresiasi tinggi terhadap gaya kepemimpinan H Agustiar Sabran dan H Edy Pratowo selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng.

Kalteng selama 100 hari kerja pertamanya, menurut Pdt Ayang, kebijakan inklusif dan keterlibatan lintas agama menunjukkan arah pembangunan yang menjanjikan bagi masyarakat Bumi Tambun Bungai.

“Bagi kami dari PGI Kalteng, melihat 100 hari kerja ini sungguh menjanjikan. Penilaian kami cukup memuaskan,” ujar Ayang, Senin (3/6).

Ia menilai perhatian Gubernur terhadap umat beragama sangat nyata, termasuk saat Gereja Maranatha mengalami musibah kebakaran tahun lalu. Selain itu, dukungan terhadap perayaan Paskah dan kehadiran langsung gubernur dalam ibadah di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menjadi bukti nyata keterlibatan pemerintah.

“Beliau hadir langsung, dan itu bukan sekadar simbolik. Ada kesungguhan dalam merangkul semua golongan,” tambah Ayang.

Yang tak kalah penting, lanjut Ayang, adalah kebiasaan Pemerintah Provinsi Kalteng sekarang ini melibatkan tokoh agama dalam kegiatan resmi, termasuk dalam sesi doa.

“Kami melihat doa dipimpin secara bergantian oleh pemuka agama Kristen, Hindu, dan lainnya. Ini bentuk nyata penghargaan atas keberagaman,” ujarnya.

PGI Kalteng menilai gaya kepemimpinan ini selaras dengan nilai-nilai Falsafah Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan dan keberagaman. “Beliau memberikan kesempatan kepada semua, dan itu cukup bagus. Ini pemimpin yang mengayomi,” kata Ayang.

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur juga secara terbuka mengajak masyarakat untuk meninggalkan perbedaan pasca-pilkada dan kembali bersatu.

“Beliau menyatakan dirinya adalah Gubernur seluruh masyarakat Kalteng, tak peduli latar belakang. Itu sangat kami kagumi,” tegasnya.

Ayang bahkan menyebut Gubernur Agustiar sangat pantas disebut sebagai tokoh pluralisme. “Dukungan beliau tidak hanya kepada agama, tapi juga budaya, termasuk perhatian kepada putra-putri Dayak maupun masyarakat dari luar daerah,” ungkapnya.

Meski mengakui belum sempurna, PGI Kalteng menilai tidak ada hal yang terlalu mengkhawatirkan dalam 100 hari kerja Gubernur.

“Kami berharap gaya kepemimpinan seperti ini menjadi fondasi kuat untuk masa depan Kalteng. Tanpa kebersamaan, tidak ada seorang pun bisa membangun Kalteng seorang diri,” pungkasnya. jef