PEMPROV KALTENG

Tanggapan Tokoh Agama Kristen, Tokoh Agama Kaharingan, Ketua DPRD Kalteng, Ketua FKUB Kalteng, Pengamat Ekonomi Kalteng, Rektor UPR Tentang 100 Hari Kerja Gubernur Agustiar dan Wagub Edy

24
×

Tanggapan Tokoh Agama Kristen, Tokoh Agama Kaharingan, Ketua DPRD Kalteng, Ketua FKUB Kalteng, Pengamat Ekonomi Kalteng, Rektor UPR Tentang 100 Hari Kerja Gubernur Agustiar dan Wagub Edy

Sebarkan artikel ini
Tanggapan Tokoh Agama Kristen, Tokoh Agama Kaharingan, Ketua DPRD Kalteng, Ketua FKUB Kalteng, Pengamat Ekonomi Kalteng, Rektor UPR Tentang 100 Hari Kerja Gubernur Agustiar dan Wagub Edy
(ATAS, DARI KIRI KE KANAN) Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Prof Dr Ir Salampak MS, Ketua DPRD Kalimantan Tengah Arton S Dohong, Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Kalimantan Tengah Pendeta Ayang Setiawan (BAWAH, DARI KIRI KE KANAN) Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Tengah Prof H Bulkani, Pengamat Ekonomi Kalteng sekaligus Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya Fitria Husnatarina, Tokoh agama Kaharingan Kalimantan Tengah Parada Lewis Kobek

PGI Kalteng: Perhatian Gubernur Terhadap Umat Beragama Sangat Nyata, Sangat Pantas Disebut sebagai Tokoh Pluralisme

Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Kalimantan Tengah Pendeta Ayang Setiawan memberikan apresiasi tinggi terhadap gaya kepemimpinan H Agustiar Sabran dan H Edy Pratowo selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng.

Kalteng selama 100 hari kerja pertamanya, menurut Pdt Ayang, kebijakan inklusif dan keterlibatan lintas agama menunjukkan arah pembangunan yang menjanjikan bagi masyarakat Bumi Tambun Bungai.

“Bagi kami dari PGI Kalteng, melihat 100 hari kerja ini sungguh menjanjikan. Penilaian kami cukup memuaskan,” ujar Ayang, Senin (3/6).

Ia menilai perhatian Gubernur terhadap umat beragama sangat nyata, termasuk saat Gereja Maranatha mengalami musibah kebakaran tahun lalu. Selain itu, dukungan terhadap perayaan Paskah dan kehadiran langsung gubernur dalam ibadah di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menjadi bukti nyata keterlibatan pemerintah.

“Beliau hadir langsung, dan itu bukan sekadar simbolik. Ada kesungguhan dalam merangkul semua golongan,” tambah Ayang.

Yang tak kalah penting, lanjut Ayang, adalah kebiasaan Pemerintah Provinsi Kalteng sekarang ini melibatkan tokoh agama dalam kegiatan resmi, termasuk dalam sesi doa.

“Kami melihat doa dipimpin secara bergantian oleh pemuka agama Kristen, Hindu, dan lainnya. Ini bentuk nyata penghargaan atas keberagaman,” ujarnya.

PGI Kalteng menilai gaya kepemimpinan ini selaras dengan nilai-nilai Falsafah Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan dan keberagaman. “Beliau memberikan kesempatan kepada semua, dan itu cukup bagus. Ini pemimpin yang mengayomi,” kata Ayang.

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur juga secara terbuka mengajak masyarakat untuk meninggalkan perbedaan pasca-pilkada dan kembali bersatu.

“Beliau menyatakan dirinya adalah Gubernur seluruh masyarakat Kalteng, tak peduli latar belakang. Itu sangat kami kagumi,” tegasnya.

Ayang bahkan menyebut Gubernur Agustiar sangat pantas disebut sebagai tokoh pluralisme. “Dukungan beliau tidak hanya kepada agama, tapi juga budaya, termasuk perhatian kepada putra-putri Dayak maupun masyarakat dari luar daerah,” ungkapnya.

Meski mengakui belum sempurna, PGI Kalteng menilai tidak ada hal yang terlalu mengkhawatirkan dalam 100 hari kerja Gubernur.

“Kami berharap gaya kepemimpinan seperti ini menjadi fondasi kuat untuk masa depan Kalteng. Tanpa kebersamaan, tidak ada seorang pun bisa membangun Kalteng seorang diri,” pungkasnya. jef

 

*Ditangan Agustiar-Edy, Pengamat Ekonomi Optimis Kalteng Semakin Baik

 Pengamat Ekonomi Kalteng sekaligus Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya Fitria Husnatarina menyebut, upaya Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng dalam 100 hari kerja sebagai pemimpin daerah menunjukan hasil yang cukup signifikan dari berbagai sektor, khususnya sektor ekonomi.

Menurut Fitria, Gubernur H Agustiar Sabran dan Wagub H Edy Pratowo turun langsung ke masyarakat untuk menyelesaikan berbagai problematika masyarakat Kalteng.

“Terlihat memang 100 hari kerja Gubernur dan Wagub belanja masalah dan melihat langsung realita problematika yang dialami masyarakat dan sedang merumuskan berbagai solusi konkret mengatasi permasalahan rakyat,” ujarnya kepada Tabengan, Selasa (3/6).

Ia menjelaskan, yang terlihat dengan jelas masuk kelini-lini strategis, Gubernur dan Wagub juga komunikasi intens dan maping masalah dengan holistik dibantu dengan berbagai macam pemangku kepentingan khususnya aparatur teknis di pemerintahan.

Secara global, ujar Fitria ini baik, karena sebuah gerakan atau implementasi program kerja yang sangat baik karena manajemen pemerintah daerah berbasis risiko dan kemudian menjawab sesuai dengan konteks itu tidak mudah dan mau mendengarkan rakyat.

“Kita beruntung memiliki pemimpin yang mau turun dan mendengarkan masyarakat, ini sebuah modal yang sangat besar untuk melihat masalah dan kemudian maping untuk kemudian diberikan solusi yang tepat atas masalah tersebut,” imbuhnya.

Kemudian, kalau bergeser dan fokus dari sektor ekonomi, apa kemudian dampak 100 hari kerja dari sisi ekonomi? Kita melihat fokus saat ini terlihat di pembangunan infrastruktur, kesehatan dan juga pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Tentunya tidak akan pernah lepas dari pembangunan ekonomi, karena muara dari infrastruktur yang terbangun baik dan semakin cepat dan lancar akan menjadi rantai pasok dan akan memperbaiki sektor ekonomi.
“Karena rantai pasok ini memberikan dampak signifikan bagi perekonomian. Jika dijawab dengan infrastruktur yang baik ini tentu memang ujungnya akan berdampak pada perekonomian yang baik,” jelasnya.
Lalu, program-program kesehatan ini tentu baik karena ketika orang bekerja dari berbagai lini atau sektor akan memunculkan etos kerja yang baik, peningkatan etos kerja yang baik dan dampaknya akan baik juga bagi ekonomi. rmp

 

*Gubernur dan Wagub Berhasil Perluas Akses Pendidikan Berkualitas

Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Prof Dr Ir Salampak MS menyampaikan apresiasinya terhadap capaian 100 hari kerja Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran dan Wakilnya H Edy Pratowo, khususnya dalam sektor pendidikan.

Menurutnya, langkah awal yang telah diambil menunjukkan arah kebijakan yang berpihak pada penguatan sumber daya manusia dan peningkatan mutu pendidikan tinggi di daerah.

“Saya menyampaikan apresiasi terhadap capaian dan langkah awal yang telah dilakukan oleh Bapak Agustiar dan Edy dalam 100 hari masa kepemimpinannya, khususnya dalam sektor pendidikan,” ujar Prof Salampak, di Palangka Raya, Selasa (3/6).

Ia mengungkapkan, visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng yang menekankan pada pembangunan manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global telah terefleksi dalam beberapa kebijakan strategis yang mulai diarahkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan di Kalteng.

Ia menilai, misi Gubernur dan Wakil Gubernur dalam memperluas akses pendidikan berkualitas, memperkuat pendidikan vokasional, serta mengintegrasikan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI) sejalan dengan arah transformasi pendidikan tinggi yang sedang dijalankan UPR.

“Dalam konteks Asta Cita pembangunan daerah yang beliau usung, khususnya pada pilar pendidikan, terlihat komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas SDM melalui program beasiswa daerah, dukungan terhadap perguruan tinggi lokal, serta pemberdayaan guru dan tenaga pendidik,” tambahnya.

Salah satu langkah konkret dari dukungan Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjut Prof Salampak, adalah pemberian hibah dana besar kepada UPR. Dana hibah tersebut digunakan untuk membuka Program Studi Kedokteran Gigi hasil kerja sama dengan Universitas Jember, serta Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) yang bermitra dengan Universitas Padjadjaran.

“Pemerintah Provinsi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan kedokteran. Ini bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur akademik, tetapi juga tentang peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan di Fakultas Kedokteran UPR,” tegasnya.

Ia menjelaskan, investasi dalam pendidikan kedokteran ini sangat strategis karena mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya andal secara kompetensi, tetapi juga memahami kondisi kultural dan sosial masyarakat setempat.

“Salah satu indikator keberhasilan pembangunan SDM adalah terpenuhinya tenaga kesehatan yang memiliki kedekatan kultural dan pemahaman lokalitas, yang idealnya diwujudkan melalui pelibatan anak-anak daerah menjadi dokter spesialis,” ujar Prof Salampak.

Ia memastikan, UPR akan memanfaatkan dukungan ini untuk membangun sistem pendidikan kedokteran gigi dan spesialis kebidanan-kandungan yang berkualitas, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi di bidang kesehatan yang masih terbatas di kawasan tengah Indonesia.

“Dengan adanya dukungan kebijakan seperti ini, Universitas Palangka Raya siap menjadi mitra utama dalam mewujudkan visi besar Kalimantan Tengah yang mandiri di bidang kesehatan dan unggul di bidang pendidikan, ini bukan hanya sebuah capaian dalam 100 hari, melainkan fondasi penting menuju keberlanjutan pembangunan yang berkeadilan dan berdaya saing,” pungkasnya. ldw

 

*Progres 100 Hari Kerja Dicapai Gubernur dan Wagub Luar Biasa

Kebijakan Patut Dipuji Tethadap Penanganan Infrastruktur, Terutama Ruas Jalan Palangka Raya–Gunung Mas. 

Ketua DPRD Kalimantan Tengah Arton S Dohong menyampaikan apresiasi atas kinerja Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H Edy Pratowo dalam membangun Bumi Tambun Bungai. Menurutnya, sejumlah capaian pembangunan menunjukkan komitmen serius dari pasangan kepala daerah ini.

“Ya, kita tidak berbicara soal 100 hari kerja. Karena membangun daerah itu bukan pekerjaan kecil, ini tugas besar,” ujar Arton kepada wartawan di Palangka Raya, Selasa (3/6).

Ia menambahkan, Gubernur tidak pernah menjanjikan hal muluk-muluk, tetapi progres yang dicapai dinilainya luar biasa. Salah satu kebijakan yang dipuji adalah penanganan infrastruktur, terutama ruas jalan Palangka Raya–Gunung Mas.

“Itu kebijakan yang sangat luar biasa bagi kami. Artinya, pemerintah provinsi benar-benar hadir untuk kepentingan masyarakat, khususnya pengguna jalan lintas Gunung Mas–Palangka Raya,” kata Arton.

Ia juga memuji langkah tegas Gubernur Kalteng dalam menindak kendaraan over dimension dan overload (ODOL) yang merusak jalan. Menurut Arton, tindakan itu menunjukkan komitmen menjaga fasilitas umum dan keselamatan pengguna jalan.

“Pak Gubernur tegas terhadap pelanggaran ODOL. Tapi kalau hanya sekali, saya kira belum cukup,” ungkapnya. Untuk itu, DPRD Kalteng menyarankan pendirian pos pengawasan di sejumlah titik rawan pelanggaran.

“Kami mendorong pemerintah provinsi membangun pos kontrol untuk pengawasan dan pengendalian truk-truk perusahaan yang melintasi ruas Palangka Raya. Usulan ini akan kami sampaikan melalui jalur komunikasi resmi,” ujar Arton.

Dengan semangat kolaboratif, DPRD Kalteng menyatakan dukungan penuh terhadap program dan kebijakan pemerintah provinsi.

“Kami mendukung seluruh program kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam rangka membangun Kalimantan Tengah yang lebih maju dan berkeadilan,” tutupnya. Jef

 

*Agustiar-Edy Merangkul Semua Agama

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Tengah H Bulkani menyampaikan apresiasinya terhadap arah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran- H Edy Pratowo dalam 100 hari pertama masa kerja, terutama di bidang keagamaan.

Menurutnya, semangat merangkul semua elemen keagamaan menjadi modal penting dalam menjaga harmoni sosial di daerah yang pluralistik seperti Kalteng.

“Saya melihat adanya keinginan dan ketulusan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk bisa merangkul dan mengakomodir semua elemen keagamaan, dengan berdasarkan pada asas profesional dan proporsional,” ujar Bulkani, Selasa (3/6).

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan pemerintah provinsi saat ini sangat relevan dengan karakteristik Kalteng yang dikenal sebagai wilayah heterogen dengan masyarakat dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan suku.

“Hal ini sangat penting, karena Kalteng erat dengan keberagaman. Kepemimpinan inklusif seperti ini bisa menjadi fondasi kuat untuk memperkuat persatuan,” ujarnya.

Bulkani juga menekankan pentingnya memperkuat dialog antarumat beragama secara terbuka dan produktif.

“Perlu ditingkatkan kerja sama dan dialog antarelemen keagamaan secara terbuka dan produktif. Dalam hal ini, pemerintah provinsi bisa berperan sebagai katalisator dan fasilitator,” jelasnya. jef

 

*Adat dan Budaya Dayak Semakin Dihargai Berkat Agustiar-Edy 

 Tokoh agama Kaharingan Kalimantan Tengah Parada Lewis Kobek menyampaikan apresiasinya atas komitmen Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan Wakilnya H Edy Pratowo dalam memperjuangkan seni, adat, dan budaya Dayak.

Ia menilai, perhatian dan konsistensi Gubernur sangat berdampak besar terhadap penguatan identitas dan martabat masyarakat adat di Bumi Tambun Bungai.

“Menurut saya, Bapak Gubernur Kalimantan Tengah ini sangat baik dalam bidang adat, seni, dan budaya. Komitmen beliau sangat tinggi dalam memperjuangkan harkat dan martabat masyarakat Dayak,” ujar Parada Lewis Kobek, di Palangka Raya, Selasa (3/6).

Parada menjelaskan, sejak lama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran telah menunjukkan perhatian khusus terhadap masyarakat adat Dayak, baik dari sisi pelestarian budaya, pengakuan terhadap adat istiadat, maupun dukungan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang berakar pada tradisi lokal.

“Beliau sejak dulu berkomitmen untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak. Terbukti, sekarang ini adat, budaya, dan tradisi Dayak sangat dihormati oleh orang luar Dayak. Ini adalah buah dari perjuangan yang konsisten,” tambahnya.

Menurut Parada, masyarakat Dayak harus mendukung upaya ini dengan terus aktif menjaga dan melestarikan adat serta budaya sebagai jati diri. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak melupakan akar budaya, karena dari situlah kekuatan identitas lokal berasal.

“Kita harus dukung ini dengan selalu aktif menjaga adat, budaya, dan tradisi kita sebagai jati diri kita,” tuturnya.

Parada juga menyampaikan, pelaksanaan Rapat Koordinasi Damang se-Kalteng yang baru-baru ini digelar oleh Gubernur bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bukti nyata kepedulian dan dukungan Gubernur terhadap kemajuan masyarakat adat Dayak.

“Bapak Gubernur bersama DAD baru-baru ini telah melaksanakan Rakor Damang se-Kalteng. Ini sebagai wujud bahwa beliau sangat peduli dan sangat mendukung kemajuan masyarakat adat Dayak untuk terus meningkatkan harkat dan martabatnya serta berperan aktif dalam pembangunan Kalimantan Tengah yang semakin berkah,” ungkap Parada.

Ia berharap komitmen seperti ini bisa terus dijaga dan diperluas, agar masyarakat adat Dayak benar-benar menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam membangun masa depan Kalteng. ldw