WAWANCARA-Ketua Umum LPDN Nyelong Inga Simon saat dibincangi di ruang kerjanya baru-baru Ini

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga, menghadiri pelaksanaan program pemberdayaan perempuan, yakni Perempuan Berdaya Indonesia Raya, yang diimplementasikan melalui gerakan bertemakan Tanam Lombok Bebas Inflasi, Stop Stunting di Petuk Bukit beberapa waktu lalu.
Program ini merupakan salah satu implementasi atas perintah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk mendukung kedaulatan pangan, dan juga mencegah stunting di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak (LPDN), Nyelong Inga Simon, mengatakan, apresiasi dan terima kasih kepada Bu Mega, yang sudah memberikan perhatian, dan dukungan kepada kader dalam mengembangkan tanaman pangan berupa cabe di Kalteng.
Nyelong menyampaikan, pada 27 Juni 2025 ini akan dilakukan Launching Penanaman Cabe Jenis Taji Ayam di Petuk Bukit.
Nyelong Simon menjelaskan, nanti akan dilakukan penanaman oleh para kader LPDN sebanyak 318 orang, dimana 1 orang akan menanam 10 cabe, sehingga ditargetkan menghasilkan 3.180 pohon cabe nantinya. Dari jumlah tersebut, hasil yang akan menjadi target untuk dipanen, pada musim tanam Juli-Oktober sebesar 9,5 ton, dengan asumsi 1 pohon menghasilkan 3 kilogram.
“Hasilnya, ditingkat petani dijual dengan harga Rp40 ribu, maka akan diperoleh Rp300 juta lebih selama masa tanam pertama, dan apabila dibagi selama 5 bulan, maka pendapat setiap bulan mencapai Rp70 juta lebih. Inilah sebabnya, program menanam cabe memiliki keterkaitan dengan menekan inflasi, dan mencegah stunting,” kata Nyelong Simon di ruang kerjanya, Rabu (18/6).
Program ini tak hanya menekan inflasi harga pangan, namun juga menjadi upaya pencegahan stunting dengan menyediakan kecukupan gizi keluarga. Gerakan ini menjadi bentuk nyata pemberdayaan perempuan Dayak, mendorong mereka aktif membangun ekonomi lokal secara gotong royong dan berkelanjutan.
Rangkaian acara juga menyentuh aspek historis dan ekologis. Bintang Darmawati turut melakukan penyiraman pada pohon sengon yang ditanam Menteri Kehutanan RI pada 30 Juni 2002, sebagai simbol pembukaan acara Loknas Penguatan Kelembagaan Masyarakat di Dalam dan di Sekitar Hutan, yang dahulu dihadiri oleh 114 HPH dan pelaku usaha kehutanan se-Kalimantan Tengah.
Tak hanya itu, ia juga menyentuh dan menyiram pohon durian lokal (jenis “okolasi”, batang bawah lokal dan batang atas lontong) yang ditanam oleh Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, pada 23 Juli 2003. Momen ini menjadi pengingat akan kesinambungan visi ekologis dari masa ke masa.
Acara diakhiri dengan simbolisasi penanaman lombok di selokan sebagai tanda dimulainya Gerakan Tanam Lombok Bebas Inflasi & Stop Stunting, sebuah langkah konkret menuju kemandirian pangan dan pemberdayaan perempuan di Bumi Tambun Bungai.
Menurutnya, setiap keluarga khususnya kaum perempuan yang menanam cabe sebanyak 10 pohon di pekarangan rumah, akan mampu menekan biaya, minimal untuk membeli cabe. Sehingga, uangnya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan yang lain.
Nyelong Simon menegaskan, apa yang dilakukan ini tidak omon-omon semata, melainkan sudah dilakukan kajian yang sangat mendalam, khususny bibit yang akan ditanam. Cabe jenis Taji Ayam memiliki ketangguhan yang tinggi terhadap lingkungan, dan juga memiliki tampilan yang sangat menarik.
“Dipilihnya cabe jenis Taji Ayam ini karena sudah melalui penelitian yang panjang. Panen awal yang dilakukan pada 9 Juni 2025 lalu, mampu menghasilkan jumlah yang sangat menjanjikan. Karena itulah, upaya untuk mengembangkan cabe ini, kemudian dipasarkan dalam bentuk segar ataupun kering, menjadi salah satu opsi yang akan dijalankan nantinya,” ujar srikandi PDI Perjuangan ini.
Nyelong Simon menjelaskan, setiap bibit cabe dihargai Rp50 ribu, dan masyarakat dapat memperolehnya di Koperasi LPDN yang ada di Petuk bukit dalam kondisi yang siap tanam. Perlu diketahui, cabe ini tetap harus ditanam di pekarangan rumah, untuk mendapatkan tambahan nutrisi pertumbuhannya.
Menanam cabe, kata Nyelong Simon, memiliki manfaat yang jauh dari sekadar estetika. Menanam cabe jenis Taji Ayam ini, juga memiliki nilai estetika dan juga manfaat ekonomis. Perubahan buah dari hijau, berubah keungu-unguan, kemudian kuning kemerahan, lanjut merah orange, sampai akhirnya berwarna merah mengkilat, akan sangat cantik dan indah tampilannya.
Cabe jenis Taji Ayam ini, ungkap Nyelong Simon, merupakan cabe dengan proses pembuahan yang cukup lama, sehingga memilii ketahanan yang jauh lebih kuat, tidak mudah busuk.ist











