-
PEMPROV KALTENG

TANPA PERPECAHAN DAN POLITIK UANG-Seruan Gubernur dan Wagub untuk PSU Barut

44
×

TANPA PERPECAHAN DAN POLITIK UANG-Seruan Gubernur dan Wagub untuk PSU Barut

Sebarkan artikel ini
PSU – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwa Kurniawan dan  Wagub Edy Pratowo,  hadir pada Rapat Koordinasi Pemungutan Suara Ulang Pilkada Kabupaten Barito Utara di Aula Jayang Tingang, Rabu (25/6) TABENGAN/YULIANUS
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran memimpin langsung rapat koordinasi kesiapan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara Tahun 2025, di Palangka Raya, Rabu (25/6).

PSU dijadwalkan akan berlangsung pada 6 Agustus 2025 dan diikuti oleh dua pasangan calon, Shalahuddin-Felix Sonadie Y Tingan (nomor urut 1) serta Jimmy Carter-Inriaty Karahaweni (nomor urut 2).

Rapat koordinasi yang dilaksanakan secara tertutup tersebut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S Ampung, Ketua KPU dan Bawaslu, unsur Forkopimda, pasangan calon, serta perwakilan dari instansi terkait lainnya.

Dalam arahannya, Gubernur Agustiar Sabran menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menjamin proses PSU berjalan aman, damai, jujur, dan transparan.

“Kita ingin PSU ini menjadi contoh proses demokrasi yang sehat. Jangan sampai ada perpecahan di masyarakat. Semua pihak harus mengedepankan kepentingan rakyat,” tegas Gubernur.

Ia juga meminta jajaran TNI dan Polri agar bersiap penuh dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang dan saat pelaksanaan pencoblosan.

“Kita tidak ingin ada gesekan. Jaga keamanan, terutama menjelang hari H, saat pencoblosan, dan sesudahnya,” ujarnya.

Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalteng siap mendukung penuh proses PSU, baik dari sisi teknis maupun administratif, guna memastikan seluruh tahapan berjalan lancar.

“Kami siap memberikan dukungan teknis dan administratif. Yang penting semua berjalan sesuai aturan dan semangat demokrasi kita dijaga,” ucapnya.

Ia pun mengajak masyarakat Kabupaten Barito Utara untuk aktif menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan nanti.

“Mari kita sukseskan PSU ini. Jangan golput, jangan termakan hoaks, dan jangan terprovokasi. Pilihlah sesuai hati nurani, karena suara Anda menentukan masa depan Barito Utara,” tutur Gubernur.

Sementara itu, Plt Sekda Kalteng Leonard S Ampung menjelaskan, rapat koordinasi ini bertujuan menyatukan persepsi seluruh pihak terkait agar pelaksanaan PSU berjalan tertib dan lancar.

“Kita ingin membangun komitmen kuat dari seluruh stakeholder agar pelaksanaan PSU berlangsung aman, damai, dan sukses,” jelas Leonard.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalteng juga siap memberikan dukungan penuh terhadap kinerja teknis penyelenggara pemilu serta pengawasannya di lapangan.

“KPU dan Bawaslu harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga perangkat RT/RW. Kesiapan teknis harus dikawal bersama,” pungkas Leonard.

Wagub Ingatkan Kontestan

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H Edy Pratowo menegaskan pentingnya kedewasaan dan sikap sportif dari para peserta dalam setiap kontestasi politik, khususnya dalam proses demokrasi yang tengah berlangsung di Kabupaten Barito Utara.

Dalam keterangannya kepada awak media, Edy Pratowo menyampaikan harapannya agar para calon peserta Pilkada menunjukkan sikap siap menang siap kalah dan menjadikan pemilihan sebagai ajang pembelajaran berdemokrasi yang sehat.

“Saya kira kan Badan Pengawas pasti akan memantau semua ya. Kita berharap kedua kontestannya bisa secara gentle. Siap menang, siap kalah,” ujar Edy, di Palangka Raya, Selasa (24/6).

Ia menekankan, Pilkada bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan proses pendidikan politik bagi masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Karena ini untuk masyarakat dari Barito Utara. Saya kira mereka saling menjaga,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai potensi terjadinya praktik politik uang (money politics), Edy Pratowo memberikan jawaban tegas. Ia menolak keras segala bentuk kecurangan yang mencederai demokrasi.

“Ya memang tidak perlu lah ya, untuk memberikan contoh berdemokrasi yang baik dalam proses pemilihan,” tegasnya.

Edu juga mengingatkan, praktik money politics bukan hanya tidak etis, tetapi juga berisiko mengakibatkan konsekuensi hukum dan administratif yang berat, termasuk diskualifikasi.

“Kan contoh money politik kemarin kejadiannya seperti itu, jadi diskualifikasi dan harapannya bisa dijadikan pembelajaran,” tutup Edy.

Bawaslu Ingatkan Paslon

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalteng mengingatkan kepada para pasangan calon di Pilkada Barito Utara tahun 2024 untuk tidak menggunakan politik uang atau money politik dalam mencari suara.

Hal itu menyusul dugaan temuan bagi-bagi stiker salah satu paslon dengan uang Rp200 ribu kepada warga. Bawaslu Kalteng kembali mengingatkan untuk tidak melakukan money politik agar tidak terjadi diskualifikasi paslon lagi jika terbukti benar.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kalteng Siti Wahidah mengimbau kepada masing-masing paslon untuk menjaga pemilu tanpa money politik.

“Kami juga telah melaksanakan ikrar netralitas dan komitmen pencanangan desa anti politik uang bersama kepala desa dan lurah se-Kabupaten Barito Utara pada tanggal 23 Juni 2025 dan melaksanakan talk show pengawasan di Barito Utara,” ujarnya kepada Tabengan, Rabu (25/6).
Dikatakan, Bawaslu juga akan melaksanakan sosialisasi secara masif ke masyarakat tentang larangan dan sanksi politik uang.

“Awal bulan Juli akan dilaksanakan sosialisasi pengawasan partisipatif pada internal maupun eksternal demi mewujudkan demokrasi yang langsung umum bebas rahasia jujur dan adil,” jelasnya.

Siti Wahidah juga menyebut Bawaslu Barito Utara dan jajaran Panitia Pengawasan Kecamatan (Panwascam) sedang melakukan penelusuran terkait isu-isu yang sedang beredar bahwa ada salah satu paslon yang menempel gambar paslon dan ada di lampirkan uang.

“Kami juga sudah menelusuri isu-isu adanya dugaan money politik salah satu paslon di Pilkada Barut terkait bagi bagi stiker dan lampiran uang Rp200 ribu,” tandasnya. ldw/rmp

-
-
-