*Tari Mandau Pecahkan Rekor Dunia
PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H Edy Pratowo beserta jajaran Pemprov Kalteng dan DPRD Kalteng, serta tamu undangan dari beberapa kabupaten menghadiri apel Hari Jadi (Harjad) Ke-23 Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), di Stadion HM Sanusi, Rabu (2/7).
Dalam sambutannya, atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Kalteng, H Agustiar Sabran mengucapkan selamat hari jadi kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Pulpis.
“Tepat pada hari ini, Kabupaten Pulang Pisau telah berusia 23 tahun sejak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Pulang Pisau serta 7 kabupaten lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam perjalanan roda pemerintahan khususnya di Kabupaten Pulang Pisau selama 23 tahun ini telah diiringi dengan keberhasilan-keberhasilan pembangunan di setiap bidang. Semangat dan cita-cita suci lahirnya Kabupaten Pulang Pisau harus terus dijunjung tinggi sebagai landasan pembangunan,” ujar Gubernur saat menjadi inspektur upacara.
Keberhasilan yang telah diraih, kata Gubernur, merupakan jerih payah dan dukungan seluruh elemen juga atas jasa-jasa perjuangan tokoh pendiri dan pendahulu kita.
“Maka dalam suasana yang penuh haru dan khidmat, saya ingin mengajak kita semua untuk sejenak merenung dan menghayati nilai luhur dan cita-cita suci perjuangan tokoh pendiri dan tokoh pendahulu kita,” paparnya.
Banyak hal yang sudah dicapai dan dirasakan maanfaatnya, kata Gubernur, tentu masih banyak target yang harus diwujudkan, namun hambatan dan tantangan akan makin beragam dan semakin berat ke depannya.
“Kita harus benar-benar mempersiapkan langkah ke depan. Lakukan upaya untuk anak-anak kita agar tumbuh menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas unggul dan kompetitif, agar mampu menghadapi persoalan seberat apapun dan membawa kemajuan di daerah. Untuk itulah, daerah harus memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.
Gubernur menambahkan, terhadap kekurangan-kekurangan dalam pembangunan, perlu kita benahi bersama untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Ayo kita tingkatkan persaudaraan, kokohkan semangat persaudaraan dan persatuan khususnya di Bumi Handep Hapakat Pulang Pisau. Dan dengan falsafah Huma Betang, tingkatkan koordinasi, kolaborasi dan sinergi di Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah demi terwujudnya Kalteng Berkah, Kalteng Maju dan Pulang Pisau Jaya menuju Indonesia Emas 2045,” ajaknya.
Senada dengan Gubernur, Wagub Kalteng H Edy Pratowo juga menyampaikan selamat Harjad Kabupaten Pulpis yang ke-23, dan ia pun mengharapkan ke depan Kabupaten Pulpis semakin maju, berkembang, dan masyarakatnya semakin sejahtera.
“Sejalan dengan visi-misi Gubernur dan Wagub Kalteng untuk lima tahun ke depan, kita sinergikan dan kolaborasikan agar pembangunan di Bumi Handep Hapakat lebih baik dan menjadi kabupaten unggul dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional,” harapnya.
Lebih lanjut, Edy juga menyampaikan selamat kepada Kabupaten Pulpis yang berhasil meraih rekor dunia tari kolosal sebanyak 1.000 penari Mandau.
“Ini merupakan suatu prestasi bahwa budaya leluhur dan kearifan lokal selalu terjaga, dan selalu disampaikan kepada generasi-generasi berikutnya,” ujar Edy seraya menyampaikan apresiasinya.
Edy juga mengharapkan, melalui prestasi tersebut dapat menjadi pemicu semangat untuk generasi yang akan datang untuk selalu menggelorakan budaya Isen Mulang untuk membangun daerah masing-masing, khususnya di Kalteng.
Usai upacara, Gubernur dan Wagub Kalteng beserta rombongan dan para tamu undangan melanjutkan acara ramah-tamah yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Handep Hapakat, dan dirangkai dengan pemotongan tumpeng, serta menyanyikan lagu selamat ulang tahun secara bersama-sama.
Tari Mandau Pecahkan Rekor Dunia
Tari Mandau kolosal yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-23 Kabupaten Pulang Pisau di Stadion HM Sanusi, bukan saja masuk dan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), tetapi tarian dengan melibatkan lebih dari 1.000 penari ini layak tercatat pecahkan rekor dunia, Rabu (2/7).
Senior Manager MURI yang diutus ke Kabupaten Pulang Pisau Triono menyatakan permohonan maaf, setelah melakukan verifikasi di lapangan Tari Mandau ini tidak layak tercatat dalam Museum Rekor Indonesia, karena MURI justru mencatatkan tarian ini sebagai rekor dunia.
“MURI mencatatkan Tarian Mandau ini sebagai rekor dunia,” ucap Triono.
Triono mengungkapkan, komunikasi dan koordinasi berkaitan dengan pemecahan rekor ini sudah intens dilakukan sejak bulan Mei lalu. Banyak syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi dan semua itu tidak mudah.
Dikatakan Triono, pencatatan Tarian Mandau menjadi rekor dunia cukup beralasan karena tarian kolosal ini bukan semata pertunjukan seni, tetapi merupakan warisan budaya yang sarat makna dan menjadi identitas serta jati diri masyarakat di kabupaten setempat.
“Dengan menjaga budaya maka kita juga menjaga jiwa dan jati diri bangsa Indonesia. Inilah alasan MURI mencatatkan tarian ini sebagai rekor dunia,” imbuhnya.
MURI juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dan Dewan Adat Dayak (DAD) dan seluruh masyarakat yang telah bersinergi menghasilkan maha karya yang luar biasa dan menjadi saksi sejarah bahwa budaya Tari Mandau kolosal ini adalah milik Indonesia yang kita persembahkan untuk dunia.
Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa`i mengaku bersyukur komitmen dirinya bersama DAD untuk melestarikan dan mengangkat potensi-potensi budaya yang ada di dalam masyarakat mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai pihak.
“Budaya yang kita miliki adalah indentitas dan menjadi komitmen kami untuk menciptakan Pulang Pisau Berbudaya dengan mengangkat dan melestarikan keanekaragaman budaya yang dimiliki,” ucapnya.
Ahmad Rifa`i juga mengungkapkan, pencatatan Tari Mandau kolosal ke MURI ini juga sebagai upaya pelestarian dan menjaga budaya lokal agar tidak hilang ditelan kemajuan zaman dan memberikan semangat kepada masyarakat, khususnya para generasi muda sebagai generasi penerus untuk menjaga warisan budaya yang dimiliki Kabupaten Pulang Pisau.
“Bukan hanya Tari Mandau, masih banyak keanekaragaman budaya yang kita miliki untuk terus kita jaga dan diwariskan ke anak cucu,” katanya.
Pencatatan Tari Mandau ke dalam rekor MURI ini disaksikan secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang juga selaku Ketua Dewan Adat Dayak bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo beserta istri yang keduanya datang ikut memeriahkan Hari Jadi Ke-23 Kabupaten Pulang Pisau yang jatuh pada tanggal 2 Juli serta untuk memberikan dukungan semangat kepada seluruh penari. c-mye











