KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Pada tahun 2025 ini kembali akan dilaksanakan kegiatan Napak Tilas Tumbang Anoi ke-4. Diselenggarakannya kegiatan inin merupakan salah satu upaya masyarakat Dayak dalam memperkuat solidaritas adat dan budaya.
Acara ini diketuai oleh Aswin Usup, dosen di UPR yang sudah berpengalaman dalam berbagai kegiatan budaya dan pelestarian adat Dayak
Napak Tilas ini akan melibatkan sejumlah peserta dari berbagai daerah, baik dari kalangan tokoh adat, pemuda, maupun masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap warisan leluhur.
” Napak Tilas Tumbang Anoi bukan sekadar perjalanan fisik melintasi jalur yang pernah ditempuh oleh leluhur, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujar Aswin, Selasa (11/3).
Menurutnya, perjalanan Napak Tilas nantinya akan menjadi momen refleksi bagi peserta dalam memahami lebih dalam tentang perjuangan dan kehidupan nenek moyang.
” Diharapkan, melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya Dayak semakin tumbuh di hati generasi muda, khususnya pemuda Dayak,” ujar Aswin.
Selain itu, Napak Tilas juga berpotensi menarik perhatian wisatawan budaya dan peneliti yang tertarik dengan sejarah serta tradisi masyarakat Dayak.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Napak Tilas Tumbang Anoi ke-4 dapat berjalan dengan lancar. Serta dapat memberikan manfaat besar bagi pelestarian budaya Dayak, guna memperkuat solidaritas antar warga.
Selain itu dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga tradisi dan lingkungan alam yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat adat Dayak.c-hr











