-
Hukrim

Kejar-kejaran dengan ODGJ di Palangka Raya

59
×

Kejar-kejaran dengan ODGJ di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
SEMPAT KABUR- Aksi kejar-kejaran petugas dari Yayasan Kasih Karunia Borneo dengan ODGJ. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Petugas dari rumah pemulihan Yayasan Kasih Karunia Borneo berhasil mengevakuasi seorang pria, diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) yang meresahkan warga di Jalan Raden Saleh, Jumat (18/7).

Kepala Yayasan Pdt Eden Rambing menyebutkan laporan yang diterima sejak sehari sebelumnya. Masyarakat sekitar melaporkan adanya seorang ODGJ yang kerap berkeliaran di lingkungan sekitar dengan kondisi fisik yang sangat memprihatinkan.

“Dari kemarin, masyarakat melaporkan bahwa ada ODGJ yang berkeliaran dan sudah sangat memprihatinkan, sebab badannya kotor dan penuh dengan luka, borok,” ujarnya.

Selain kondisi fisiknya yang mengkhawatirkan, keberadaan pasien tersebut dinilai cukup meresahkan, karena menimbulkan rasa takut di tengah warga yang melintas.

“Saat melakukan evakuasi sambil kami pantau, jadi kalau ODGJ ini berjalan, kami melihat masyarakat biasanya pada menghindar atau kabur ketika berpapasan dengan pasien ini,” tambahnya.

Menurutnya, proses evakuasi berlangsung dramatis, karena pasien berusaha melarikan diri dan harus dikejar oleh petugas.

“Proses evakuasi memakan waktu kurang lebih 30 menit. Tadi sempat kejar-kejaran karena beliau cukup kuat untuk berlari. Tapi, syukur akhirnya bisa kami amankan dengan selamat,” jelasnya.

Pasien langsung dibawa ke Rumah Pemulihan ODGJ untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Petugas akan melakukan pembersihan, pemulihan kondisi fisik, serta pengobatan pada luka-luka yang tampak jelas di tubuh pasien.

“Jadi ini nanti kami akan bawa ke rumah pemulihan ODGJ. Di sana akan kami mandikan, bersihkan, dan kami obati luka-lukanya, khususnya borok yang terlihat cukup parah,” lanjutnya.

Sejak rumah pemulihan ODGJ tersebut dibuka, jumlah pasien yang ditangani terus mengalami peningkatan signifikan. Dengan tambahan satu pasien hari ini, total sudah ada 29 pasien yang saat ini dirawat.

“Dalam dua minggu dibuka untuk penanganan pasien, peningkatannya cepat sekali. Sekarang, ditambah pasien yang ini tadi, totalnya berjumlah 29 orang pasien ODGJ,” tutupnya. dte

 

-
-
-