PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sejumlah orang tua murid SDN 6 Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, mengeluhkan kondisi jalan menuju sekolah yang rusak. Jalan tersebut bergelombang, berlubang, dan sering tergenang air saat hujan, sehingga menjadi becek. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan para murid dan orang tua yang mengantar anak ke sekolah.
Salah satu orang tua murid yang ditemui di SDN 6 Bukit Tunggal mengatakan, banyaknya lubang menyebabkan genangan air yang membuat jalan semakin sulit dilalui. Ia mengaku harus sangat berhati-hati saat melintasi jalan tersebut agar tidak terjatuh ataupun menyebabkan anak-anak kotor terkena cipratan air.
”Karena banyak lubang, kami sangat berhati-hati ketika melintas di sana untuk mengantar anak ke sekolah. Baju seragam anak berangkat dari rumah dalam keadaan bersih, tapi baru sampai sekolah sudah kotor akibat cipratan air,” ujarnya, Sabtu (26/7).
Kondisi jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Untuk mengatasinya, pihak sekolah bersama orang tua murid dan warga sekitar berinisiatif melakukan penimbunan lubang secara swadaya, baik melalui sumbangan sukarela dari orang tua murid maupun dana masyarakat sekitar.
Berdasarkan pantauan Tabengan di lapangan, minimnya jalur drainase menjadi salah satu penyebab utama seringnya terjadi genangan air. Tidak adanya saluran pembuangan air membuat air hujan menggenang di badan jalan, memperparah kerusakan jalan yang sudah ada.
Selain itu, saat kondisi sedang kering tanah yang diuruk ke jalan menjadikan debu saat ditiup angin atau ketika kendaraan melintas, hal itu juga berdampak pada kesehatan murid.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SDN 6 Bukit Tunggal, Istiklaliyah membenarkan keluhan dari orang tua murid terkait kondisi Jalan Sapan III. Ia menjelaskan, pihak sekolah bersama orang tua murid dan warga sekitar berupaya untuk memperbaiki jalan dengan dana swadaya mandiri.
”Memang benar keluhan orang tua murid itu kalau musim hujan sering tergenang air. Dengan sumbangan dana seadanya dari orang tua murid dan warga di sini kami bergotong-royong menimbun jalan, tetapi tetap saja banjir. Jalan seharusnya dicor atau diaspal dan dibuatkan drainase,” jelasnya mewakili Edy Sugianor, Kepala Sekolah SDN 6 Bukit Tunggal.
Ia juga membenarkan, jika hujan turun baju seragam murid seringkali kotor, bahkan tidak hanya di area jalan saja, namun air juga sering menggenang di halaman sekolah. Ia pun berharap pemerintah kota memperhatikan keluhan orang tua murid ini agar proses belajar mengajar murid berjalan nyaman walaupun saat musim penghujan.
Sementara itu, Wahidin Ketua RT 1 RW 9 menerangkan, pihaknya sudah mengajukan proposal permohonan untuk perbaikan jalan di area sekolahan, namun saat ini pengerjaan pengecoran jalan hanya di Sapan IIB saja.
”Tindakan dari RT setempat sudah ada, kita sudah mempetakan dilampiri bukti foto sebelum diperbaiki swadaya masyarakat dan pihak sekolah,” terang Wahidin.
Ia juga menambahkan, pemerintah kota sendiri sudah merespons proposal permohonan tersebut. Pihaknya saat ini menunggu kapan realisasi pengerjaan Jalan Sapan III, jalan akses menuju SDN 6 Bukit Tunggal. Selain itu ia juga berharap perbaikan terhadap drainase yang juga menjadi salah satu penyebab.
”Pemerintah sudah ada menanggapi kita menunggu kapan bisa diperbaiki, harapan kita dari RT setempat semoga jalan ini dengan segera diperbaiki, di sini juga drainase masih belum merata. Contohnya di SDN 6 Bukit Tunggal ini masih belum ada drainase,” tambahnya.
Masyarakat sekitar juga berharap Pemerintah Kota Palangka Raya segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan dan membangun sistem drainase yang memadai demi kenyamanan dan keselamatan para murid serta pengguna jalan lainnya. mak





