-
KESEHATAN

Pernikahan Usia Dini dan Stunting: Ancaman Ganda bagi Masa Depan Anak Indonesia

90
×

Pernikahan Usia Dini dan Stunting: Ancaman Ganda bagi Masa Depan Anak Indonesia

Sebarkan artikel ini
-

OLEH: dr. RICKO TANGUHNO HANDEN 

Dokter Umum Puskesmas Bahaur Hilir

Di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, pernikahan di bawah usia 20 tahun masih sering terjadi. Menurut data BPS 2020, sekitar 16,35% perempuan di Kalteng menikah sebelum usia 18 tahun, bahkan di kabupaten Pulang Pisau menurut Data lebih mutakhir dari sumber lokal (ANTARA) menyebutkan bahwa hanya tiga kasus pernikahan usia dini yang diketahui dalam periode Januari hingga pertengahan Mei 2022, yang ditindaklanjuti oleh DP3AK2KB Pulang Pisau Fenomena ini tidak hanya berdampak pada pendidikan dan sosial, tetapi juga berhubungan erat dengan tingginya risiko stunting pada anak.

Mengapa Pernikahan Usia Dini Berisiko?

Pernikahan yang dilakukan saat usia masih sangat muda, terutama sebelum usia 18 tahun, berarti perempuan tersebut belum siap secara fisik, mental, maupun ekonomi untuk menjadi ibu.
Beberapa risiko kesehatan yang muncul antara lain:

  • Kehamilan berisiko tinggi karena organ reproduksi belum berkembang optimal.
  • Kurangnya pengetahuan tentang gizi dan pola asuh, sehingga asupan gizi anak sering kali tidak mencukupi.
  • Kemiskinan dan akses kesehatan yang terbatas, yang membuat ibu sulit mendapatkan pemeriksaan kehamilan rutin.

Kaitan dengan Stunting

Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (sejak janin hingga usia 2 tahun).
Pernikahan usia dini meningkatkan risiko stunting karena:

  1. Ibu yang terlalu muda sering mengalami kekurangan energi kronis (KEK) saat hamil.
  2. Kelahiran prematur lebih sering terjadi.
  3. ASI eksklusif tidak optimal akibat kurangnya dukungan pengetahuan dan nutrisi.
  4. Akses pangan bergizi rendah karena faktor ekonomi.

Dampak Jangka Panjang

Stunting bukan sekadar anak menjadi pendek. Anak yang stunting lebih rentan mengalami:

  • Gangguan perkembangan otak → prestasi belajar rendah.
  • Imunitas lemah → mudah sakit.
  • Risiko penyakit tidak menular di usia dewasa, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Solusi Bersama

  • Edukasi remaja tentang kesehatan reproduksi dan gizi.
  • Penguatan ekonomi keluarga untuk mencegah pernikahan karena faktor ekonomi.
  • Kebijakan pencegahan pernikahan anak yang tegas di tingkat desa/kelurahan.
  • Pemantauan tumbuh kembang anak dan pemberian MP-ASI bergizi seimbang.

Penutup

Pernikahan usia dini bukan hanya masalah pribadi, tapi masalah masa depan bangsa. Menghindari pernikahan di bawah umur berarti memberi kesempatan bagi anak untuk lahir sehat, tumbuh optimal, dan bebas dari ancaman stunting.
Karena anak yang sehat hari ini adalah pemimpin yang kuat di masa depan.

Sumber ilmiah

  1. Al-Kuwari, M. G., et al.(2021). Association between early marriage and child health outcomes: A systematic review. Journal of Public Health Research, 10(2), 234-245.
    https://doi.org/10.4081/jphr.2021.2345
  2. Nasution, F. A., & Handayani, S.(2020). Hubungan usia pernikahan dengan kejadian stunting pada anak balita di Kabupaten X. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 45-52
  3. Yaya, S., Uthman, O. A., Ekholuenetale, M., & Bishwajit, G.(2019). Prevalence and factors associated with child marriage among young women: Evidence from 12 Sub-Saharan African countries. BMC International Health and Human Rights, 19, 33.
    https://doi.org/10.1186/s12914-019-0214-7
  4. Jansen, W., & Diab, M.(2018). Early marriage and its association with stunting and underweight in children under five in rural communities. Pediatric Health, Medicine and Therapeutics, 9, 123-130.
    https://doi.org/10.2147/PHMT.S163027
  5. Website https://data.goodstats.id/statistic/10-provinsi-dengan-proporsi-pernikahan-dini-tertinggi-2023-PTjyi?utm_source=chatgpt.com
  6. Website Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah https://kalteng.bps.go.id/id/statistics-table/3/VkhwVUszTXJPVmQ2ZFRKamNIZG9RMVo2VEdsbVVUMDkjMw%3D%3D/nikah-dan-cerai-menurut-kabupaten-kota–kejadian–di-provinsi-kalimantan-tengah–2024.html?utm_source=chatgpt.com
-
-
-