-
Spirit Kalteng

Politisi PSI Apresiasi HBM Bagi UMKM

55
×

Politisi PSI Apresiasi HBM Bagi UMKM

Sebarkan artikel ini
PEMBUKAAN-Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran saat pertama kali meluncurkan CFN bertajuk HBN belum lama ini di Palangka Raya. CFD-Masyarakat Palangka Raya menikmati CFD yang ada di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya belum lama ini. EKONOMI FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Hadirnya Car Fre Night (CFN) bertajuk Huma Betang Night (HBM) yang digagas Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Agustiar Sabran, memberikan manfaat positif yang cukup besar, bagi perputaran ekonomi di Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya. Pelaku usaha seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang paling besar merasakan damak dari kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu malam atau malam Minggu.

Keberhasilan H Agustia Sabran dalam menggerakan ekonomi bagi UMKM ini, mendapat respon positif dari politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalteng, Eldoniel Mahar.

Menurutnya, apa yang dilakukan Gubernur Kalteng ini, memberikan peran besar dalam menggerakan roda ekonomi Indonesia khususnya Kalteng melalui sektor UMKM. Kontribusi yang diberikan para UMKM dalam kegiatan HBN ini sangat positif. Ada berbagai hal yang diberikan para UMKM ini. Mulai dari peningkatan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, sampai pada fungsi pemerataan ekonomi.

Eldoniel Mahar berpandangan, UMKM menyumbang 61,07 persen terhadap PDB, menyerap sekitar 97 persen dari total angkatan kerja, menyebar merata sampai ke daerah terpencil, serta membuka banyak peluang bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kegiatan CFN yang diinisiasi oleh Pemprov Kalteng, serta Car Free Day (CFD) oleh Pemkot Palangka Raya, harus diakui tentu membawa dampak positif bagi iklim UMKM di seputaran area kota ini. Kedua acara itu melibatkan banyak pelaku UMKM, yang setiap minggu berkesempatan mendongkrak penghasilannya melalui “expo mingguan” yang difasilitasi oleh pemerintah ini,” kata Wakil Ketua PSI Kalteng Periode 2020-2024 ini dalam keterangannya, Minggu (24/8) di Palangka Raya.

Mantan Bendahara PSI Kalteng ini menambahkan, Peluang meningkatkan penghasilan itu, berpotensi mendorong kecepatan perputaran uang yang sedikit banyak tentu berpengaruh terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi, utamanya di kota Palangka Raya dan sekitarnya. Meski demikian, setidaknya ada 2 hal yang tak boleh diabaikan begitu saja, yaitu pengalihan arus lalu lintas, serta pembiayaan yang terkait dengan kegiatan tersebut.

“Dari sisi pengalihan arus lalu lintas, tentu dapat diperhitungkan secara komprehensif (menyeluruh). Apakah hambatan kerugian sesaat yang dialami oleh para pengguna jalan raya, sebanding dengan benefit atau manfaat yang didapat oleh masyarakat luas, pengunjung maupun peserta kegiatan tersebut,” pesan Eldoniel Mahar.

Dia melanjutkan, dari sisi sumber pembiayaan sepertinya tidak ada yang perlu dipermasalahkan, bahkan seyogyanya teramat pantas diacungi 2 jempol, mengingat Car Free Night sebagian besar ditanggung secara pribadi oleh Gubernur, sedangkan Car Free Day dibiayai oleh iuran para peserta. Manakala manfaat yang dihasilkan (oleh Car Free Night dan Car Free Day) lebih besar positifnya yang ditimbulkannya, maka tentu saja kegiatan itu sangat patut diteruskan dan dijaga kesinambungannya.

“Masyarakat Palangka Raya dan sekitarnya, utamanya UMKM, sejatinya harus dapat memanfaatkan peluang (sekaligus mengekspresikan dukungan serta rasa terimakasih) atas peran akitif Gubernur dan Walikota ini, yaitu dengan cara terus meningkatkan kualitas barang dan jasa yang dijual di “pameran mingguan” tersebut,” tutupnya.ded

 

-
-
-