Hukrim

Kapolda: Sampaikan Aspirasi dengan Damai

30
×

Kapolda: Sampaikan Aspirasi dengan Damai

Sebarkan artikel ini
Kapolda: Sampaikan Aspirasi dengan Damai
DEMONSTRASI- Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus di depan Kantor Mapolda Kalteng, Sabtu (30/8). FOTO TABENGAN/YULIANUS

*Provokator Demo di Kalteng Diamankan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan masyarakat agar tetap mengedepankan kedamaian dalam menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa. Pesan tersebut disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji, Sabtu (30/8).

Erlan menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara, namun harus dilakukan tanpa mengganggu ketertiban maupun merugikan orang lain.

“Sampaikanlah aspirasi dan usulan dengan damai, tanpa harus melakukan tindakan yang merugikan orang lain maupun diri sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan. Menurutnya, menjaga kondusivitas wilayah merupakan tanggung jawab bersama.

“Mari kita jaga Kalteng agar tetap aman dan maju. Jangan sampai kita terpecah akibat provokasi yang mengadu domba,” lanjutnya.

Untuk memastikan jalannya aksi tetap aman, Polda Kalteng telah menyiagakan personel pengendalian massa (Dalmas). Para anggota yang bertugas diminta untuk mengedepankan profesionalisme dan tidak mudah terpancing oleh situasi.

“Pengamanan tetap dilakukan sesuai prosedur, dan kami minta personel agar tidak terprovokasi,” kata Erlan.

Provokator Diamankan

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus bersama elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Kalteng, Sabtu (31/8). Aksi tersebut berlangsung tegang dan sempat diwarnai saling dorong antara massa dan aparat kepolisian.

Dengan persiapan lengkap Polda Kalteng menutup pintu gerbang menggunakan kawat berduri, namun hal itu tidak menyurutkan semangat masa aksi yang ingin menyampaikan aspirasinya. Masa memotong pagar berduri menggunakan tang. Selain itu, masa mendesak Kapolda Kalteng untuk menemui masa.

Dalam orasinya, para demonstran menyoroti berbagai persoalan serius, mulai dari dugaan kriminalisasi terhadap masyarakat, kasus konflik di Kalteng, hingga peristiwa tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta yang diduga dilindas kendaraan aparat kepolisian.

“Kami menyebutnya pembunuhan yang disengaja. Saudara kita yang bekerja sebagai ojek online dilindas begitu saja oleh aparat. Itu sama saja penindasan, mirip seperti zaman penjajahan. Hal ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Andri Muliyanto, selaku Koordinator lapangan.

Selain kasus di Jakarta, massa juga menyinggung sejumlah persoalan lokal di Kalteng. Ia menyebut konflik di Kinipan dan Bangkal sebagai catatan kelam yang belum terselesaikan. Warga Bangkal yang tewas ditembak aparat saat aksi protes beberapa waktu lalu, kembali disuarakan massa sebagai simbol perjuangan masyarakat adat.

“Kasus terbaru di Seruyan juga menjadi perhatian. Di sana masyarakat sudah berusaha berdialog dengan pemerintah daerah terkait konflik perusahaan, tapi justru berujung kriminalisasi. Ini jelas bentuk ketidakadilan,” lanjutnya.

Situasi memanas ketika massa meminta perwakilan Polda Kalteng menemui mereka. Menurut Andri, pihaknya telah berulang kali berusaha mengajak komunikasi secara baik-baik, namun tidak mendapat respons memadai. Hal itu memicu aksi saling dorong dengan aparat.

“Kami hanya ingin Kapolda keluar dan mendengarkan langsung aspirasi kami. Kalau hanya dihadapkan dengan anggota saja, Polda tidak akan tahu persoalannya. Karena itu terjadi saling dorong-menorong,” katanya.

Di tengah aksi masa muncul seorang pria yang tidak diketahui identitasnya masuk ke kerumunan massa dengan membawa senjata tajam (sajam). Massa yang tersulut emosi mengejar pria tersebut hingga sempat terjadi pengeroyokan, namun hal tersebut dapat diatasi oleh aparat kepolisian yang mengamankan pria tersebut.

‎‎”Dia itu provokator, dia bawa senjata tajam,” kata salah seorang yang ikut dalam aksi demo.

‎‎Aparat kepolisian terus berupaya mengimbau masa agar tidak terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sampaikan aspirasi dengan damai dan tertib.

Di tengah panasnya situasi, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan akhirnya menemui massa aksi. Ia menyatakan menghormati aspirasi yang disampaikan serta berkomitmen untuk menindaklanjuti informasi yang disampaikan.

“Silakan sampaikan suara kalian, saya akan terima. Saya datang dengan niat baik untuk mengelola keamanan di wilayah Kalteng. Jika ada informasi dugaan pelanggaran, tentu saya harus cek kebenarannya. Kalau memang benar, saya pastikan akan menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Itu komitmen saya,” tegas Irjen Iwan di hadapan massa.

Meski sempat berlangsung tegang, aksi demonstrasi berakhir kondusif setelah Kapolda memberikan pernyataan terbuka tersebut. Namun, sejumlah korban dari pihak massa mengalami luka ringan dibawa ke rumah sakit akibat insiden dorong-dorongan dengan aparat kepolisian. fwa/dte