PEMPROV KALTENG

Pemprov Siap Bangun Smelter di Sampit

38
×

Pemprov Siap Bangun Smelter di Sampit

Sebarkan artikel ini
Plt Sekda Kalteng Leonard S Ampung

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam (SDA) guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dipersiapkan adalah pembangunan fasilitas smelter di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S Ampung mengungkapkan, rencana pembangunan smelter ini merupakan bagian dari strategi besar Pemprov untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Selain itu, smelter diharapkan mampu menciptakan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan smelter ini penting agar hasil tambang, khususnya mineral seperti zirkon dan lainnya, tidak langsung dijual mentah. Kita ingin agar proses pengolahannya bisa dilakukan di dalam daerah, sehingga nilai tambahnya lebih besar,” ujar Leonard kepada wartawan di Palangka Raya, Senin (15/9).

Lebih lanjut, Leonard menegaskan bahwa pembangunan smelter bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan instrumen penggerak ekonomi lokal. Hadirnya industri pengolahan di Sampit diyakini akan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, baik pada tahap konstruksi maupun saat beroperasi.

“Lapangan kerja akan tercipta, aktivitas ekonomi masyarakat meningkat, dan tentu akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan,” tambahnya.

Terkait lokasi, Pemprov Kalteng menyebutkan pemilihan Sampit telah melalui kajian teknis yang matang. Pertimbangan efisiensi logistik, kesiapan infrastruktur, dan ketersediaan energi menjadi faktor penentu.

“Sampit secara geografis cukup strategis, dekat dengan wilayah tambang, dan infrastrukturnya juga relatif lebih siap dibanding daerah lain. Ini hasil kajian bersama tim teknis,” jelas Leonard.

Menurutnya, pembangunan smelter di Sampit juga selaras dengan strategi pengembangan kawasan ekonomi yang telah dirancang Pemprov. Kalteng dibagi ke dalam tiga zona utama, yakni Barat, Tengah, dan Timur. Zona Barat, termasuk Kotawaringin Timur, diproyeksikan sebagai pusat industri pengolahan SDA dan pelabuhan.

“Kita ingin investasi tidak hanya datang untuk eksplorasi, tapi juga untuk pengolahan dan produksi. Itu sebabnya kita siapkan kawasan-kawasan ekonomi sesuai potensi lokalnya,” tegas Leonard.

Saat ini, Pemprov Kalteng membuka komunikasi aktif dengan sejumlah investor nasional maupun internasional. Harapannya, proyek pembangunan smelter di Sampit dapat segera masuk tahap konstruksi pada tahun mendatang setelah seluruh izin dan studi kelayakan diselesaikan. ldw

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *